Penelitian Tindak Lanjut Endapan Lumpur Di Daerah Porong Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur

R. Hutamadi, Danny Z H, Edie Kurnia, Mangara P. Pohan

SARI
 
Kegiatan penelitian tindak lanjut endapan lumpur Porong pada tahun 2008 ini adalah merupakan suatu rangkaian dan kelanjutan dari kegiatan penelitian endapan lumpur di daerah Porong yang telah dilakukan sebelumnya. Lokasi kegiatan secara administratif termasuk dalam Kecamatan Porong dan  Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Secara geografis daerah kegiatan terletak diantara 112o 42’ 19.87” – 112o 44’ 0.56” Bujur Timur dan 7o 31’ 3.20” - 7o 32’ 30.03” Lintang Selatan.

Hasil analisis conto endapan lumpur menunjukkan bahwa kandungan unsur-unsur logam sifatnya merata pada masing-masing kedalaman dan tidak terjadi konsentrasi unsur-unsur tersebut di bagian  bawah. Unsur yang sedikit terdapat kenaikan dari penelitian tahun yang lalu yaitu unsur Mn 600-950 ppm, sedangkan tahun 2007 unsur Mn 400-700 ppm.

Pemanfaatan lumpur berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa lumpur lapindo dapat digunakan untuk pembuatan keramik body maupun keramik hias berwarna merah kecoklatan dengan pembakaran pada suhu 800oC dalam waktu 6 (enam) jam. Diharapkan dilakukan uji langsung kepada para pengrajin gerabah atau keramik baik yang berada di daerah sekitar maupun di luar Sidoarjo sehingga diperoleh nilai keekonomian dari keberadaan lumpur ini.

Hasil analisis gas menunjukkan adanya gas methane (CH4) cukup tinggi yaitu sekitar 38,26 – 66,04 %. Sifat gas ini yang mudah terbakar dan muncul keluar di daerah pemukiman maka walaupun berbau oleh masyarakat setempat banyak yang telah memanfaatkannya sebagai bahan bakar untuk memasak.  Oleh sebab itu kepada pihak yang terkait diharapkan untuk lebih serius menanganinya antara lain perlu dilakukan pemantauan, pengawasan dan pembuatan instalasi gas yang aman.
 
PENDAHULUAN

Semburan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo yang muncul pertama kali pada tanggal 29 Mei 2006 bertepatan 2 hari setelah gempa di Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006, terjadi suatu peristiwa geologi yang pertama kali terjadi di Indonesia di areal persawahan Desa Siring, Keca matan Porong. Dimulai dari semburan-semburan kecil di dekat titik pengeboran, kemudian ber henti, setelah itu terjadi semburan baru yang mun cul di daerah lain, namun masih berdekatan de ngan lokasi pengeboran, kemudian berhenti lagi. Sampai kemudian lumpur muncul di tempat lain, yang sampai sekarang lumpur ini belum berhenti.
 
Sampai saat ini semburan lumpur belum menunjukkan penurunan tingkat semburannya, meskipun berbagai peneliti an dan hipotesa yang terkait dengan penyebab semburan telah dilaku kan oleh berbagai instansi serta melibatkan berba gai bidang disiplin ilmu. Bahkan jumlah debit sem buran semakin besar, dari awal tanggal 23 Juni 2006 sebesar 50.000 m3/hari sam pai dengan sekarang 120.000 m3/hari. Dari fenomena geologi yang menantang, peristi wa ini kemudian menjadi peristiwa sosial yang mengenaskan.Lebih 10.000 jiwa harus mengung si karena rumah dan lahan mereka diterjang lumpur. Ketinggian lumpur sam pai dengan radi us 2 km mencapai 2 m, bahkan di beberapa tempat sudah lebih dari 10 m.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kandungan unsur logam yang terdapat dalam lum pur sehingga dapat dikaji lebih lanjut untuk ke mungkinan pemanfaatannya. Kegiatan penelitian tindak lanjut endapan lumpur Porong pada tahun 2008 ini adalah merupakan suatu rangkaian dan kelanjutan dari kegiatan penelitian endapan lum pur di daerah Porong yang telah dilakukan sebe lumnya. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pemboran, pengambilan conto sedimen di sepan jang aliran S. Porong hingga ke muara dan peng  ambilan conto gas di sekitar daerah Siring Barat.
 
Latar Belakang
Dalam penelitian yang dilakukan pada ta hun 2007 yang lalu, bahwa sebagian lokasi ge nangan lumpur masih banyak yang tergenang air terutama di daerah utara sehingga pengambilan conto pemboran atau lokasi titik bor lebih banyak diambil di daerah selatan.Pada penelitian ini walaupun masih terda pat juga daerah yang tergenang air yang cukup lu as tetapi pengambilan contoh tetap dilakukan, ten tunya dengan mempertimbangkan faktor keaman an dan keselamatan dalam melakukan pemboran.

Kandungan logam pada endapan lumpur Po rong mempunyai kemungkinan dapat berubah apa bila ada fluida hidrotermal yang terus mempenga ruhi, sehingga terjadi akumulasi. Kuantitas aku mulasi kandungan logam tergantung pada karak teristik dan debit larutan hidrotermal yang keluar.  
Untuk lebih mengetahui pola sebaran verti kal dan lateral dari unsur logam dasar secara lebih detil, maka dilakukan kegiatan pemboran endap an lumpur. Hasil dari kegiatan ini nantinya dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk mengetahui kandungan unsur logam dasar dalam lumpur serta kemungkinan pemanfaatan dan atau dampak luap an lumpur terhadap lingkungan.

Maksud dan Tujuan
Kegiatan ini dimaksudkan untuk melengkap i data dan menindak lanjuti kegi atan sebelumnya secara lebih rinci dan melakukan pemantuan kua litas endapan sungai di sepanjang aliran S. Po rong.
 
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengeta hui sebaran unsur baik secara vertikal dan lateral untuk diketahui pemanfaatannya dan akibat dari pembuangan lumpur tersebut terhadap kualitas en dapan  S. Porong.


Lokasi Penelitian dan Kesampaian Dae rah
Lokasi kegiatan secara administratif terma suk dalam Kecamatan Porong dan  Kecamatan Ta nggulangin Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Ti mur. Secara geografis daerah kegiatan terletak diantara 112o 42’ 19.87” – 112o 44’ 0.56” Bujur Timur dan 7o 31’ 3.20” - 7o 32’ 30.03” Lintang Selatan. (Lihat Gambar 1).

Waktu dan Pelaksana Penelitian

Waktu pelaksanaan kegiatan lapangan sela ma 40 hari dari tanggal 19 Agustus 2008 sampai dengan 27 September 2008 dengan pelaksana kegi atan  sebanyak 12 orang petugas lapangan, yang terdiri dari Ahli Geologi, Tambang, Surveyor, Tek nisi Pemboran dan  Juru Gambar, disamping itu di bantu seorang petugas pendamping dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertambangan Energi Kabu paten Sidoarjo, yaitu Agus Darsono ST. Ke giatan penelitian di lapangan senantiasa didam pingi pula oleh petugas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).
 
METODOLOGI

Metodologi yang dilakukan dalam rangka melakukan penelitian tindak lanjut endapan lum pur Porong ini, secara umum dapat dibagi menja di 4 tahapan yaitu :
•    Pengumpulan Data Sekunder
•    Pengumpulan Data Primer dan Pemercontoan
•    Analisis Laboratorium
•    Pelaporan

Pengumpulan Data Sekunder
Dalam mengumpulkan data sekunder yang menyangkut kegiatan tindak lanjut ini dititik berat kan pada penelaahan hasil penelitian endapan lum pur di daerah Porong yang telah dilakukan sebe lumnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kan dungan unsur-unsur logam pada endapan lumpur Porong relatif kecil, namun terdapat sedikit peni nggian nilai pada beberapa unsur apabila diban dingkan dengan kadar yang umum dijumpai pada batulempung. Kandungan logam pada endapan lumpur Porong mempunyai kemungkinan dapat berubah apabila ada fluida hidrotermal yang terus mempengaruhi, sehingga terjadi akumulasi.      
Akumulasi kandungan logam tergan tung pada karakteristik dan debit larutan hidrotermal yang keluar. 

Pengumpulan Data Primer dan Pemer contoan
Pengumpulan data primer pada pe nelitian lanjutan ini yaitu lebih difokus kan penelitian en dapan lumpur secara vertikal yaitu dengan mela kukan pengamatan fisik endapan lumpur, pembor an dan pengambilan conto inti bor.

Disamping itu dilakukan pengambilan con to sedimen di daerah sepanjang S. Porong sebe lum dan sesudah pipa pembu angan lumpur de ngan maksud untuk mengetahui seberapa besar pe ngaruh pembungan lumpur tersebut terhadap kom posisi sedimen S. Porong.

Analisis Laboratorium
Conto lumpur, sedimen sungai aktif dan conto gas dari hasil kegiatan lapangan kemudian dianalisis.

Pelaporan
setelah kembali di Bandung di lanjutkan kegiatan penyusunan laporan pendahuluan kemudi an laporan akhir yang sudah dilengkapi dengan hasil analisis laboaratorium
 
GEOLOGI
 
Kondisi Geologi
Secara fisiografis daerah kegiatan terma suk ke dalam Zona Randublatung (Bemmelen, 1949) yang merupakan zona sempit meman jang sekitar 250 km dan lebar 10 km dari Semarang sampai Surabaya.

Secara struktur subsurface, Zona Ran dublatung diindikasikan sebagai triangle zone, sebuah zona segitiga yang diapit zona-zona sesar yang saling berlawanan kemiringan dan arahnya. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Zona Randu blatung merupakan wilayah pertemuan dua buah zone besar yakni Zona Rembang dan Zona Ken deng.

Zona Rembang merupakan daerah papar an dan slope yang dicirikan dengan dominasi sesar naik yang mengarah (vergency) ke selatan. Zona Kendeng merupakan slope dan bathyal dengan dominasi sesar naik ke arah utara. Sehingga di daerah pertemuan tersebut terbentuk sebuah zona sangat sempit, memanjang dan sangat dalam yang disebut Zona Randublatung. Pada Oligo-Miosen zone ini secara isostatik tenggelam untuk mengkompensasi pengangkatan di kedua zona pengapitnya dan menjadi dapur yang baik untuk terakumulasinya hidrokarbon selama ada suplai sedimen yang kaya organik dan diendapkan di dalamnya.

Subsided triangle zone memberi kan implikasi terhadap pematangan batuan induk dan adanya sub-thrust structure di bawah zona sesar naik menjadi perangkap yang baik, sedangkan reservoir akan tergantung kepada suplai sedimen berkualitas reservoir dari daerah yang lebih dangkal. Batupasir kuarsa Formasi Kerek dan Merawu yang berumur Middle Miosen dan sedimen debris kuarsaan dari Formasi Ngrayong yang berumur Middle Miosen yang diendapkan ke Zona Randublatung dan Kendeng, source-nya banyak mengandung serpih napalan dan sedimen calcareous lainnya.

Dengan tatanan geologi yang demikian menjadikan Zona Randublatung menjadi daerah prospek minyak dan gas dan telah dibuktikan dengan temuan Pertamina di karbonat Formasi Ku jung pada zona ini.

Secara stratigrafi daerah kegiatan pada Zaman Pleistocene merupakan daerah marine, Selat Madura menjorok jauh ke barat hampir sampai Kota Semarang. Sungai-sungai seperti Bengawan Solo dan sungai lainnya bermuara di Selat Madura purba mengendapkan sedimen seper ti pasir dan lumpur sehingga terbentuk delta pada pantainya yang selanjutnya berangsur-angsur ter jadi pendangkalan.

Pada peta geologi regional lembar Sura baya dan Sapulu dan peta geologi regional lembar Malang yang dikeluarkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, disebutkan bahwa batuan penyusun daerah kegiatan adalah endapan aluvial.

Luapan Lumpur Porong
Semburan lumpur panas di Porong meru pakan fenomena geologi yang menarik dan menja di perhatian tidak saja para ahli dari dalam negeri namun juga dari luar negeri. Awal semburan terja di di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1), de ngan debit 5.000 m3/hari. (Lihat Foto 1)

Lubang semburan terjadi di beberapa tem pat, sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus meningkat. Pada bulan Mei-Agustus 2006 debit lumpur telah men capai 126.000 m3/hari.
Semburan lumpur dari lubang pemboran yang menembus sampai pada kedalaman 10.300 kaki membawa bahan padat dan cair  dengan un sur-unsur dan senyawa terlarut di dalamnya. Ba han padat berasal dari batuan penyusun formasi yang ditembus lubang bor, sedangkan bahan cair sangat tergantung kondisi geologi dan geohidrolo gi daerah di sekitarnya.

Unsur-unsur dan senyawa terlarut pada fluida yang terbawa keluar bersama semburan lumpur panas akan terdispersi dan mempenga ruhi kandungan kimiawi lumpur. Akumulasi dari un sur-unsur tertentu yang terus terbawa dalam fluida, pada kurun waktu yang lama berpotensi me nimbulkan perubahan kandungan kimiawi lumpur dan lingkungan yang terlewati.  

Tingginya suhu lumpur menimbulkan hi potesa kemungkinan adanya faktor geotermal yang ikut berperan pada mekanisme keluarnya ma terial lumpur panas. Proses geotermal dapat ter bentuk oleh pengaruh magmatik menghasilkan cairan hidrotermal yang umumnya mengandung unsur-unsur Cu, Pb, Zn, Mn, Fe, Cd, As, Sb, Au, Ag, Hg, Tl, dan Se.

Untuk mengurangi volume lumpur yang ada saat ini telah dilakukan pembu angan lumpur melalui S. Porong tentunya setelah ada rekomen dasi dari instansi terkait (Lingkungan Hidup). Ken dala yang ada yaitu, karena lumpur bersifat plastis dan pekat, terjadi pengendapan di aliran S. Po rong.
Menurut Subaktian Lubis (2008), Karak teristik lumpur Porong mirip dengan lumpur-lum pur yang umum dijumpai di muara-pantai atau rawa-rawa. Lumpur jenis ini sebenarnya sudah akrab dengan kehidupan manusia terutama ne layan pantai, bahkan dimanfaatkan sebagai dasar kolam-kolam pengendapan kristal garam .

Lumpur ini umumnya tidak berbahaya atau beracun, kalaupun terkan dung mineral lo gam atau unsur logam berat maka secara alami akan dinetralkan oleh media lingkungannya. Terbatasnya pemahaman tentang karakter lumpur ini telah mengakibatkan banyaknya kalangan masya rakat(terutama pemerhati lingkungan) yang secara tegas menolak kehadiran lumpur Porong di Selat Madura.
 
Adalah tidak mungkin menahan lumpur ini di darat menggunakan sistem dam atau tang gul, karena secara alami lumpur ini akhirnya akan mengalir ke laut juga melalui berbagai media, seperti aliran permukaan, limpasan, aliran sungai, atau pun banjir.

Mengalirkan luapan lumpur ke Sungai Porong sebagai media aliran, secara teknik masih mungkin dilakukan sebab de bit aliran air jauh lebih besar dari pada debit aliran lumpur ini. Demikian pula kualitas air dan kandungan padatan tersuspensi Kali Porong di bagian hilir juga sudah jauh lebih pekat, dicirikan oleh cepatnya proses pembentukan delta-delta baru pada muara Kali Porong. Wacana penempat an lumpur ke dasar laut perlu mempertimbang kan debit aliran. Dengan perkiraan debit rata-rata semburan 50.000 m3/hari maka volume lumpur padatan yang akan mengendap di dasar laut mencapai 15.000 m3.
 
PEMBAHASAN

Hasil Penelitian Kegunaan Lumpur
Hasil penelitian yang dilakukan   menun jukkan kandungan unsur-unsur logam pada endap an lumpur Porong apabila dibandingkan dengan kandungan logam rata-rata yang terdapat pada batu lempung relatif sama, namun ada sedikit peni nggian nilai pada beberapa unsur.


Uji pemanfaatan lumpur dengan cara pem bakaran, lumpur tersebut dapat digunakan untuk pembuatan body keramik dengan pembakaran antara suhu 800-900oC dan untuk pembuatan keramik hias dengan pembakaran suhu 1400oC serta pembuatan bata dan genteng.


Hasil penelitian baik yang terdahulu (2007) maupun penelitian lanjutan ini (2008) me nunjukkan bahwa kandungan unsur-unsur logam pada endapan lumpur Porong relatif kecil, namun terda pat sedikit peninggian nilai pada beberapa unsur apabila dibandingkan dengan kadar yang umum dijumpai pada batulempung. Kandungan logam pada en dapan lumpur Porong mempunyai kemung kinan dapat berubah apabila ada fluida hidrotermal yang terus mempengaruhi, sehingga terjadi akumulasi. Kuantitas aku mulasi kandung an emas tergantung pada karakteristik dan debit larutan hidrotermal yang keluar.

Penelitian Lanjutan Endapan Lumpur
Sesuai dengan tujuan dari peneli tian lanjutan ini yaitu : untuk mengetahui sebar an unsur baik secara vertikal dan lateral yaitu dengan melakukan pemboran endap an lumpur pada lokasi genangan lumpur untuk diketahui pemanfaatannya dan me ngetahui kandungan unsur-unsur dari lumpur tersebut yang terendapkan di aliran S. Po rong.


Adapun kegiatan penelitian meliputi pekerja an pemboran endapan lumpur pada beberapa loka si terpilih, pengambilan conto sedimen di sepan jang aliran S. Porong, dari daerah Watukosek hingga ke muara sungai, dan pengambilan conto semburan gas di daerah Siring Barat.

Pemboran Endapan Lumpur
Pemboran dilakukan dengan meng gunakan alat bor yang biasa digunakan dalam eksplorasi endapan gambut. Pemi lihan jenis bor ini setelah mempelajari sifat dari endapan lumpur yang relatif plastis sehingga lubang bor tidak bisa utuh terbentuk, maka dengan menggunakan peralatan bor gambut tersebut pekerjaaan pemboran cukup efektif.


Pemboran  endapan lumpur dilakukan pada lo kasi-lokasi yang merupakan lanjutan pemboran tahun yang lalu, pada pemilihan lokasi diusahakan mewakili masing-masing luas endapan lumpur. Pekerjaan pemboran tetap dilakukan walaupun beberapa lokasi masih tergenang air tentunya dengan mempertimbangkan faktor teknis pembor an dan kese lamatan kerja. Pemboran diupayakan sampai mencapai kedalaman dasar dari endapan lumpur yaitu permukaan tanah sebelum tergenang. (Lihat Foto2)


Hasil pemboran menunjukkan tidak selu ruhnya dapat  mencapai titik dasar karena mem bentur pondasi atau bekas puing-puing reruntuhan rumah. Pada lokasi yang sudah sangat kering pem boran secara manual ini juga mengalami kendala untuk mencapai kedalaman lebih dari 5 m karena alat bor gambut tersebut  sudah mulai meleng kung. Dengan kondisi endapan lumpur  yang ada pada saat itu kedalaman hanya dapat mencapai maksimal 8 m. Pengambilan conto inti bor lumpur umumnya dilakukan dengan interval kedalaman 1 m.


Selama penelitian berlangsung telah dila kukan pemboran sebanyak 33 lubang bor dengan jumlah kedalaman 110 m dengan jumlah conto yang didapat 110 conto. Seluruh titik lokasi pengambilan conto pemboran koordinatnya diikat dengan GPS. Peta lokasi pengambilan conto lumpur dapat dilihat pada Gambar 2.

Seluruh conto lumpur tersebut selanjutnya dianali sis :
Analisis Major Element, guna mengeta hui kandungan unsur-unsur utama yaitu SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, TiO2, P2O5, SO3, MnO, H2O, NaO, K2O dan HD yang terkandung dalam lumpur tersebut yang dikaitkan dengan kegunaan dan manfaat dari lumpur tersebut.
Analisis Trace Element, guna me ngetahui kandungan unsur-unsur Au, Ag, Cu, Pb, Zn, Mn, Fe, Cd, Cr, Hg, As, Sb, Se.

Pengambilan conto sedimen
Dalam penelitian ini dilakukan juga peng ambilan conto sedimen di aliran S. Porong, di dae rah sebelum lokasi pembuangan lumpur dan dae rah setelah pembuangan lumpur hingga ke muara sungai, telah diambil sebanyak 10 conto.


Lokasi pengambilan conto dipilih mulai dari daerah sekitar Watukosek untuk mengetahui rona awal dari sedimen S. Porong tersebut hingga ke muara sungai, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembuangan lumpur tersebut terhadap komposisi sedimen S. Porong, khususnya kan dungan unsur-unsur trace elementnya.


Pada saat dilakukan penelitian  di sekitar titik pembuangan lumpur kondisi di S. Porong dipe nuhi dengan endapan lumpur, terjadi pengen dapan dan pendangkalan (blocking), endapan tersebut tidak larut atau mengalir akibat cuaca musim kering, maka debit aliran S. Porong juga sangat ja uh berkurang. Upaya untuk mengatasi hal tersebut dilakukan pengerukan dan pengga rukan oleh beberapa alat ekskavator yang telah dilengkapi ponton.
Pengambilan conto semburan gas di sekitar Siring Barat

Pengambilan conto  semburan gas di daerah Siring Barat telah dilakukan terutama di lokasi kemunculan gas yang sudah ditangani oleh BPLS dan sudah di pasang insta lasi penyaluran dan pembuangannya. Di luar daerah itu berupa sembur an liar yang berhubungan langsung dengan udara terbuka dan kemunculan gas disertai semburan air keatas sehingga tidak mungkin diambil contonya karena sudah terkon taminasi.

PEMBAHASAN


Pemanfaatan lumpur berdasarkan ha sil analisis menunjukkan bahwa lumpur Porong dapat digunakan untuk pembuatan keramik body maupun keramik hias berwarna merah kecoklatan dengan pembakaran suhu 800oC dalam waktu 6 (enam) jam. Perlu  dila kukan uji langsung kepada para pengrajin ge rabah atau keramik baik yang berada di dae rah sekitar maupun di luar Sidoarjo sehingga diperoleh nilai keekonomian dari keberadaan lumpur ini. (Lihat Foto 3)

Conto mengandung gas methane (CH4) cukup tinggi yaitu sekitar 38,26 – 66,04 %. Hasil pengamatan di lapangan sifat gas yang keluar berbau dan mudah  terbakar. Kemunculan gas ini di beberapa tempat telah dimanfaatkan oleh penduduk setempat seba gai bahan bakar untuk memasak. (lihat Foto 4)

KESIMPULAN

Kesimpulan penelitian tindak lanjut ini, antara lain adalah :
  1. Hasil analisis conto endapan lumpur menun jukkan bahwa kandung an unsur-unsur logam sifatnya merata pada masing-masing kedalam an dan tidak terjadi konsentrasi unsur-unsur di bagian  bawah.
  2. Kandungan unsur-unsur logam pada endapan lumpur Porong dengan kandungan logam rata-rata yang terdapat pada batu lempung relatif sama, namun ada sedikit peninggian nilai pa da beberapa unsur. Unsur yang sedikit terda pat kenaikan dari penelitian tahun yang lalu yaitu un sur Mn 600-950 ppm, sedangkan ta hun 2007 unsur Mn 400-700 ppm.
  3. Hasil analisis uji bakar dan prototype menun jukkan bahwa lumpur  memiliki homo genitas le buran cukup merata, homogenitas warnanya merata, ha nya beberapa yang leburannya tidak merata.
  4. Conto mengandung cukup tinggi gas methane (CH4) yaitu sekitar 38,26–66,04%. Karena sifat gas mudah terbakar dan muncul di dae rah pemukiman maka masyarakat setempat te lah memanfaatkannya sebagai bahan bakar untuk memasak. 
  5. Dalam sekala laboratorium lumpur lapindo dapat digunakan untuk pembuatan keramik body maupun keramik hias berwarna merah kecoklatan dengan pembakaran pada suhu 800o C. Diharapkan dilakukan uji langsung kepa da pengrajin gerabah atau keramik baik yang berada di daerah sekitar maupun di luar Sidoarjo sehingga diperoleh nilai keekono mian dari keberadaan lumpur ini.
  6. Pengamatan di lapangan gas muncul di daerah pemukiman dan sifatnya sangat berbau, mudah  terbakar maka kepada pihak yang ter kait diharapkan untuk lebih serius menangani nya. Perlu dilakukan pemantauan dan pem buatan instalasi gas yang aman.

DAFTAR  PUSTAKA

Davis Jr, R., 1983, Depositional System ; A Genetic Approach to Sedimentary Geology, Prientice Hall Inc.
Kep. Men. LH No 42 Thn 1996, tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Minyak dan Gas Serta Panas Bumi.
Keputusan Gubernur Jawa Timur No.45 Tahun 2002, tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Industri atau Kegiatan Industri Lainnya di Jawa Timur.
Peraturan Pemerintah, PP No.18 tahun 1999, tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
Pettijohn, 1975, Sedimentary Rocks, Harper and Row Publisher.
Santosa, S dan Suwarti, T., 1992. Geologi Lembar Malang, Jawa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung
Sabtanto, J.S., Gunradi, R., Ramli, Y.R., 2007, Geokimia Sebaran Unsur Logam Pada Endapan Lumpur Sidoarjo, Pusat Sumber Daya Geologi..
Tim Penelitian Tindak Lanjut, 2007, Laporan Penelitian Tindak Lanjut Endapan Lumpur di daerah Porong Kab. Sidoarjo, Prov. Jawa Timur, PMG, Badan Geologi, Bandung.
www.detiknews.com
www.esdm.go.id
www.hotmudflow.wordpress.com
www.iagi.co.id
www.rovicky.wordpress.com