Kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan Data Migas Di Bali

Oleh: Hans  

Pusat Data dan Informasi yang berada di bawah Sekretariat Jendral KESDM mengundang beberapa orang perwakilan dari tiap-tiap unit eselon 1 yang ada di KESM dalam rangka pembahasan mekanisme pengelolaan data migas. Yang menjadi perwakilan dari Badan Geologi adalah Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG) dan Pusat Survey Geologi (PSG). Dari PSDG, KPP batubara mengirimkan dua orang perwakilannya. Acara berlangsung di Bali selama 3 hari dari tanggal 21-23 Oktober 2015.

Di hari pertama diadakan acara pembukaan oleh panitia. Di hari kedua, undangan kegiatan inti dimulai. Rapat dipimpin langsung dari pihak Pusdatin sendiri. Agenda pertama yang akan dibahas perihal ijin perpanjangan kontrak suatu perusahaan dengan pemerintah. Acara diskusi berlangsung cukup alot karena ada pihak yang setuju dan ada yang tidak setuju.  Yang menjadi inti permasalahan dalam sesi pertama ini adalah perusahaan tersebut sudah tidak memperpanjang kontraknya lebih dari waktu perpanjangan yang ditetapkan oleh peraturan. Beberapa pihak yang pro perpanjangan kebanyakan berpendapat bahwa perpanjangan kontrak ini mungkin akan dapat menggairahkan sektor industri ini, sedangkan pihak yang kontra perpanjangan kebanyakan berpendapat bahwa perpanjangan kontrak ini tidak akan berdampak banyak bagi pemasukan negara. Saya sendiri sebenarnya lebih condong ke arah kontra. Bagi saya, diskusi ini sangat banyak memberikan pemahaman baru khususnya tentang regulasi, kontrak, dll. Salah satu peserta rapat berpendapat bahwa Pusdatin harus memanggil perwakilan dari kantor yang bersangkutan agar diketahui lebih jelas tentang alasan mereka tidak melakukan perpanjangan kontrak tepat waktu. Perusahaan ini sudah mengeluarkan banyak dana untuk melakukan beberapa penelitian sehingga kemungkinan mereka memiliki cara atau metode baru untuk menemukan migas, kata salah satu peserta. Peserta yang lain menimpali lagi bahwa perusahaan ini setelah dilihat rekam jejaknya ternyata sangat jarang langsung mengirimkan data yang mereka dapat kepada pemerintah. Lalu muncul lagi bahasan baru mengenai metode apa yang akan digunakan oleh perusahaan itu, seperti kira-kira apa metode tersebut. Metode yang perusahaan itu akan lakukan dinamakan Post Stack Time Migration salah satu teknik pemrosesan data pada data seismik refleksi. Untuk masalah ini sudah ada pakarnya dari Lemigas dan saya dan teman dari PSDG lainnya juga memiliki latar belakang pendidikan geofisika sehingga bisa memberikan masukan kepada rapat. Kemungkinan besar perusahaan tersebut ingin melakukan pemrosesan ulang data mereka untuk mencari wilayah yang prospek migas, begitu kurang lebih pendapat dari saya. Rapat yang alot ini harus terhenti karena ada istirahat sebentar. Setelah itu peserta kembali masuk dan melanjutkan kegiatan rapat. Salah satu peserta yang sudah senior mengatakan bahwa dalam mengambil suatu keputusan kita harus mempertimbangkan banyak hal salah satunya adalah tentang iklim investasi. Apakah dengan memperpanjang atau tidak memperpanjang kontrak ini maka iklim investasi di negara kita akan semakin baik atau tidak ada dampaknya sama sekali. Beliau juga mengajak peserta rapat lainnya untuk melihat dengan jelas isi surat permohonan perusahaan tersebut. Setelah dilihat lagi ternyata permohonan yang diajukan oleh perusahaan tersebut bukan menjadi wewenang Pusdatin untuk memberikan jawabannya. Untuk jawabannya, Pusdatin hanya bisa memberikan jawaban dalam bentuk rekomendasi. Setelah melihat kembali ke dalam peraturan, akhirnya disepakati bahwa rekomedasi yang diberikan harus mengacu kepada peraturan tentang perpanjangan kontrak. Pemimpin rapat sekali lagi menanyai pendapat terakhir dari masing-masing anggota rapat. Saya sendiri setuju dengan pendapat peserta sebelumnya yang mengatakan bahwa pusdatin harus mengatakan: sesuai dengan peraturan maka perusahaan tersebut sudah tidak bisa lagi memperpanjang kontrak. Selain itu, perusahaan tersebut juga harus mengembalikan segala macam data yang diambil selama kontrak masih berlaku. Jangka waktu pengembalian data juga harus diberitahukan kepada perusahaan. Akhirnya agenda pertama rapat sudah selesai. Agenda rapat berikutnya dilanjutkan lagi setelah makan siang.

 Agenda rapat berikutnya adalah mengenai mekanisme penyimpanan dan penggunaan data yang ada di Pusdatin. Selain di Pusdatin, data-data migas juga disimpan di Patra Nusa Data. Mekanisme penyimpanan data-data migas di Indonesia kebanyakan berkaitan dengan koordinasi antara pihak pemerintah dengan perusahaan. Hal yang paling menarik bagi saya adalah masalah penggunaan data. Di saat harga minyak yang sedang menurun, maka industri migas menjadi sangat lesu, bahkan saking lesunya, banyak pegawai yang dirumahkan, banyak kegiatan eksplorasi yang terhenti. Di saat-saat seperti ini ada baiknya kita memanfaatkan data-data yang sudah ada untuk digunakan dalam penelitian. Sasarannya adalah dosen maupun mahasiswa yang punya minat meneliti migas ataupun peneliti dari Badan atau Kementrian. Hasil-hasil penelitian ini diharapkan akan dapat digunakan ketika industri ini sudah stabil kembali.