Sigda (sistem Informasi Geografis Daerah) Sumber Daya Geologi Provinsi Jambi Untuk Mendukung Signas Sumber Daya Geologi

Oleh : Retno Rahmawati 

Sehubungan dengan ditetapkannya Tim SIGDA (Sistem Informasi Geografis Daerah) Sumber Daya Geologi Provinsi Jambi Tahun 2015 oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Jambi melaksanakan pertemuan koordinasi dan evaluasi yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2015 bertempat di Kota Jambi.

Kegiatan SIGDA Sumber Daya Geologi Provinsi jambi ini bertujuan untuk mendukung Tim Pengembangan SIGNAS Sumber Daya Geologi Indonesia Bagian Barat pada Pusat Sumber Daya Geologi. Anggota Tim SIGDA merupakan perwakilan dari masing-masing Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten di Provinsi Jambi, sebagian besar merupakan anggota Tim Pengembangan SIGNAS Sumber Daya Geologi, Pusat Sumber Daya Geologi Tahun 2014.

Sekilas mengenai SIGNAS, kegiatan Pengembangan SIGNAS Sumber Daya Geologi telah dilakukan oleh Badan Geologi sejak tahun 2011. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjaring data sumber daya geologi, yaitu mineral dan energi yang tersebar di daerah di seluruh wilayah nusantara ke dalam satu sistem bank data nasional. Dengan adanya data SIGNAS ini diharapkan dapat dijadikan data dukung dalam pemutakhiran neraca sumber daya mineral dan energi, terutama untuk data neraca sumber daya dan cadangan mineral serta energi pada IUP-IUP di daerah. Badan Geologi telah membangun sistem database berbasis web yang memungkinkan dinas daerah dapt melakukan input data secara online ke aplikasi SIGNAS, sehingga aplikasi SIGNAS ini dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Daerah untuk mengelola data yang dimiliki oleh Daerah. Pengembangan SIGNAS ini juga memungkinkan data sumber daya akan mudah diintegrasikan dengan informasi yang diperlukan.

Pada Tahun 2011 sistem ini telah disosialisasikan ke institusi pengelola sumber daya geologi di daerah, kemudian tahun 2012-2014 telah dilakukan workshop sebagai pelatihan. Pada Tahun 2014 Kegiatan SIGNAS ini mulai dilaksanakan dalam bentuk Tim yang beranggotakan pengelola data sumber daya geologi pada Dinas Pertambangan dan Energi di Provinsi, Kabupaten dan Kota. Kegiatan tersebut bermaksud untuk melakukan evaluasi terhadap kemajuan yang dicapai dari kegiatan selama tiga tahun. Pada Tahun 2014, Tim Pengembangan SIGNAS ini dibagi menjadi empat tim, yaitu Tim Pengembangan SIGNAS Sumber Daya Geologi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua.

Pada Tahun 2015, kegiatan ini kembali dilakukan untuk menghimpun data dan informasi sumber daya geologi yang terdapat di setiap daerah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis berbasis website yang bertujuan untuk mengumpulkan formulir database sumber daya mineral dan energi serta mengisi Aplikasi Sistem Informasi Geografis Nasional yang dikembangkan menggunakan piranti lunak open source. Pada Tahun 2015, kegiatan ini dibagi menjadi tiga tim, yaitu Tim Pengembangan SIGNAS Sumber Daya Geologi Indonesia Bagian Barat, Indonesia Bagian Tengah dan Indonesia Bagian Timur. Sampai dengan bulan Juli 2015 jumlah data dalam database SIGNAS Sumber Daya Geologi adalah sebanyak 1.737 laporan, 1.780 blok dan 2.105 titik komoditi. Publik dapat mengakses data tersebut melalui website Pusat Sumber Daya Geologi di http://psdg.bgl.esdm.go.id

Kembali pada kegiatan koordinasi dan evaluasi Tim SIGDA Sumber Daya Geologi Provinsi Jambi, pertemuan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Geologi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Jambi, Ir. Karel Ibnu. Peserta yang hadir pada pertemuan tersebut adalah anggota tim SIGDA dan staf yang menangani sumber daya geologi pada Dinas Energi dan Mineral Kabupaten Bungo, Kabupaten Muara Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Merangin, Kabupaten Tanjab Barat, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tanjab Timur, Dinas Perindag dan ESDM Kabupaten Kerinci serta beberapa koordinator Tim SIGNAS Indonesia Bagian Barat, yaitu Indra Sukmayana, ST, Sigit Arso Wibisono, ST, Retno Rahmawati L, S.Si dan Rd. Maria Ulfa, ST.

Pertemuan ini dibuka dengan pengarahan dari Kepala Bidang Geologi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi dan sesi presentasi dari Pusat Sumber Daya Geologi yang disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Pengembangan Informasi Indra Sukmayana, ST. Kegiatan kembali dilanjutkan dengan pengisian formulir SIGNAS Sumber Daya Geologi oleh masing-masing peserta.

 

Gambar 1. Sesi Presentasi Pusat Sumber Daya Geologi

 

Gambar 2. Suasana Rapat Koordinasi

Presentasi yang disampaikan oleh Pusat Sumber Daya Geologi adalah mengenai Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Geologi Indonesia pada Pusat Sumber Daya Geologi - Badan Geologi, yaitu mulai dari pengelolaan basis data dan neraca sumber daya mineral dan energi, bagaimana proses alur data sumber daya geologi berjalan, status sumber daya mineral dan energi di Indonesia dan Jambi status 2014 serta pengenalan beberapa aplikasi sistem informasi yang digunakan dalam mengelola data sumber daya mineral dan energi di lingkungan Pusat Sumber Daya Geologi, juga bagaimana cara publik dapat mengakses data tersebut. Dalam presentasinya Kepala Sub Bidang Pengembangan Informasi mengharapkan data IUP Batubara yang dimiliki Provinsi Jambi dapat masuk pada aplikasi SIGNAS, sehingga dapat menambah dan memutakhirkan data neraca nasional.

Beberapa hal yang menjadi bahan diskusi pada pertemuan ini adalah adanya undang-undang nomor 23 tahun 2014 mengenai pemerintah daerah menyebutkan salah satunya penerbitan wilayah izin usaha pertambangan mineral logam, mineral bukan dan barubara menjadi bagian urusan pemerintahan daerah provinsi yang semula dilakukan di pemerintahan daerah kabupaten/kota. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi mengharapkan serah terima data dan laporan dari Bupati ke Gubernur akan dilaksanakan pada tahun 2016.  

Provinsi Jambi memiliki banyak potensi sumber daya geologi, seperti mineral logam (besi primer, emas plaser, emas primer dan perak), mineral bukan logam dan batuan (ball/bond clay, lempung, perlit, batugamping, bentonit, granit, marmer, tras dan andesit), Bitumen Padat, Panas Bumi dan yang terbanyak adalah Batubara. Dari sebanyak 235 Ijin Usaha Pertambangan terdapat 218 merupakan Ijin Usaha Pertambangan Batubara, berikut grafik jumlah IUP pada masing-masing kabupaten di Provinsi Jambi (gambar 3).

 

Gambar 3. Grafik jumlah IUP masing-masing Kabupaten pada Provinsi Jambi

Pada data neraca sumber daya dan cadangan Batubara, Pusat Sumber Daya Geologi, status 2014 terdapat 21 lokasi keterdapatan batubara, 5 diantaranya merupakan PKP2B dan 16 lainnya merupakan hasil kegiatan penyelidikan Pusat Sumber Daya Geologi. Belum adanya data IUP yang masuk pada neraca menjadikan neraca batubara pada Pusat Sumber Daya Geologi merupakan neraca pesimistis, diharapkan dengan adanya kegiatan SIGNAS ini dapat menambah data sumber daya batubara, terutama data yang bersumber dari IUP.

Jumlah laporan yang telah masuk pada aplikasi SIGNAS oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi adalah sebanyak 67 laporan, dengan jumlah blok sebanyak 59 blok dan jumlah komoditi sebanyak 160 titik komoditi. Berikut tabel jumlah laporan yang telah masuk pada aplikasi SIGNAS untuk tiap kabupaten di Provinsi Jambi

Tabel 1. Jumlah Laporan Provinsi Jambi yang telah masuk pada aplikasi SIGNAS

NO.

PROVINSI

KABUPATEN

JUMLAH LAPORAN

1

Jambi

Kab. Tanjung Jabung Timur

15

2

Jambi

Kab. Tanjung Jabung Barat

11

3

Jambi

Kab. Batang Hari

9

4

Jambi

Kab. Sarolangun

9

5

Jambi

Kab. Tebo

7

6

Jambi

Kab. Merangin

5

7

Jambi

Kab. Bungo

4

8

Jambi

Kab. Muaro Jambi

4

9

Jambi

Kab. Kerinci

3

JUMLAH

67

 

Diharapkan dengan adanya kegiatan Tim SIGDA Provinsi Jambi ini dapat mendukung penuh kegiatan Tim Pengembangan SIGNAS Sumber Daya Geologi di Pusat Sumber Daya Geologi, sehingga neraca sumber daya mineral dan energi dapat termutakhirkan dengan data sumber daya mineral dan energi yang akurat dari daerah.