Pengembangan Wawasan Ilmu Kebumian Melalui Acara One Day Back To University Di Yogyakarta

Pengembangan Wawasan Ilmu Kebumian Melalui Acara One Day Back To University di Yogyakarta

Oleh : Qomariah


Kegiatan One Day Back To University diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang sekarang bernama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Yogyakarta pada tanggal 16 Februari 2016. Acara ini diikuti oleh sekitar 60 orang peserta di lingkungan KESDM dalam rangka menambah wawasan pegawai KESDM khususnya di bidang ilmu kebumian.  Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG) mengirimkan 2 orang pegawai dari bidang informasi serta bidang program dan kerjasama.  


Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan KESDM, Dr. Ir. Djadjang Sukarna, yang dilanjutkan presentasi dan diskusi yang disampaikan oleh 3 orang narasumber , yaitu  :
1.  Bapak Himawan Tri Bayu dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang menyampaikan materi tentang Potensi Sumber Daya Mineral dan Tata Kelola Pengolahan yang Berkelanjutan di Indonesia;
2.  Bapak Saut Sagala dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyampaikan materi tentang Pertimbangan Informasi Geohazard dalam Rencana Tata Ruang;
3.  Bapak Awang Harun Satyana dari SKK Migas yang menyampaikan materi tentang Geologi Indonesia : Kerumitan, Ketakjuban, Sejarah Kehidupan, Manfaat, Bencana.


Masing-masing narasumber menyampaikan materi secara detail sehingga peserta yang berlatar belakang pendidikan bukan dari geologi dan pertambangan dapat memahami dan menambah wawasannya.
Salah satu diskusi yang ditanyakan oleh peserta, antara lain perbedaan mineral processing dan metalurgi serta konsep kebijakan mengenai tata ruang apabila berganti penguasa pemerintahan. Dijelaskan oleh narasumber perbedaan mineral processing yaitu mempelajari pengolahan mineral hanya sampai pengolahan konsentratnya (hulu), sedangkan metalurgi mempelajari bagaimana merubah bentuk batuan mineral menjadi sesuatu produk yang baru (hilir).  Kebijakan konsep tata ruang memang sebaiknya merupakan kebijakan suatu negara bukan penguasa negara apabila berganti pemerintahan berganti pula kebijakan karena setiap pemerintah ingin memiliki warna tersendiri. Dalam tata ruang juga dimungkinkan konsep pengalihan lahan misal dari bekas tambang menjadi obyek wisata mineral.  Sebagian potensi panas bumi terletak di hutan lindung yang harus dijaga kelestariannya dikhawatirkan apabila dibuka menjadi lahan yang masif pengembangannya.

 

 

Pembukaan Acara One Day Back To University oleh Dr. Ir. Djadjang Sukarna

 

Presentasi Potensi Sumber Daya Mineral dan Tata Kelola Pengolahan yang Berkelanjutan di Indonesia oleh Himawan Tri Bayu, UGM

 

Presentasi Pertimbangan Informasi Geohazard dalam Rencana Tata Ruang oleh Saut Sagala, ITB

 

Presentasi Geologi Indonesia : Kerumitan, Ketakjuban, Sejarah Kehidupan, Manfaat, Bencana oleh Awang Harun Satyana, SKK Migas

 

Peserta dari PSDG yang Menghadiri Acara One Day Back To University