Pengembangan Wawasan Katalog Metadata Geoportal

Pengembangan Wawasan Katalog Metadata Geoportal Melalui Acara
Workshop Implementasi Modul Katalog Metadata dan HTML5
Dalam Pengembangan Aplikasi Geoportal


Oleh : Qomariah
 
 

Kegiatan workshop geoportal diselenggarakan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada tanggal 28-29 April 2016 di Padalarang, Bandung Barat. Acara ini diikuti oleh sekitar 35 orang peserta di lingkungan KESDM dalam rangka menambah wawasan pegawai KESDM khususnya di bidang ilmu katalog metadata.  Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG) mengirimkan 3 orang pegawai dari bidang informasi.  


Presentasi dan diskusi yang disampaikan oleh 2 orang narasumber , yaitu  :
1.    Dr. Trias Aditya dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang menyampaikan materi tentang Konsep Teknis Pembangunan Web GIS dan GeoPortal, Analisa Existing GeoPortal GIS dan Tahap Pengembangan GeoPortal Baru, Teori Implementasi Modul Katalog Metadata dalam Pengembangan GeoPortal;
2.    Danny Laksono, MT dari Universitas Gajah Mada (UGM)  yang menyampaikan materi tentang Teori dan Praktek Implementasi HTML5 dalam Pengembangan GeoPortal, Demo dan Sharing Pembuatan Aplikasi.


Rencana aplikasi geoportal dikembangkan dengan Open Source Software menggunakan Geonode.  Konsep geoportal merupakan gerbang untuk melihat aplikasi untuk memfasilitasi pengguna untuk mencari data dan melihat peta/metadata (data tentang data geospasial)/webmapping. Unit-unit di KESDM pada umumnya sudah memiliki Web GIS dalam menampilkan peta terkait sektor energi dan sumber daya mineral, tetapi tidak memiliki katalog metadata sehingga agak sulit untuk menelusuri dari mana asal usul data spasial atau peta yang diterbitkan.  Data dan informasi geospasial merupakan bagian yg penting dalam perencanaan, monitoring, dan pelaksanaan kegiatan berbasis spasial.  Interoperabilitas bagaimana data spasial yang dibuat dengan berbagai platform bisa dipadukan.


Contoh dari geoportal yaitu http://www.indonesia.go.id/. Dalam geoportal biasanya terdapat fasilitas registrasi pengguna dan pencarian metadata. Komponen pembangun geoportal, antara lain penyedia data/layanan data, geocoding untuk konversi tempat menjadi koordinat, buferring untuk mendapatkan proyeksi data, konversi utm ke dns. Dalam geoportal memakai protokol SOA (Service Oriented Architecture), sedangkan dalam aplikasinya menggunakan CVM (Controller, View, Model) sebagai satu kesatuan. Controller adalah program yang ditulis untuk kontrol seperti PHP, javascript, misal nilai diketik oleh user akan diatur oleh controller; View untuk dilihat oleh user (User action, Update). Model adalah interface untuk sistem yang terdiri atas database dan software pendukungnya berfungsi sebagai update dan notify.  Dengan HTML5, data mudah diindeks tanpa plugin, terutama oleh google yang akan membagikan data ke perusahaan. Plugin akan terkait dengan browser yang dipakai pengguna.  Saat membuka geoportal yang pertama muncul sebaiknya metadatanya baru ke data web GISnya. Web GIS merupakan publikasi dan analisis geodata spasial yang bisa dari server sendiri atau cloud.


Geoportal merupakan kumpulan server metadata dan data spasial yang bisa dicari dan diintegrasikan secara online. Geoportal dapat menjadi pilihan untuk berbagi pakai data (data sharing) spasial karena lebih efisien dan mendukung interoperabilitas berbasis web.  Framework untuk web mapping  yang gratis, misal open layer, leaflet.js yang dapat  menampilkan data melalui basis data geospasial atau file lewat GDAL, canvas peta dasar, google maps, bing maps.  Data sharing dalam bentuk image/raster dengan WMS (Web Map Service), dalam bentuk vektor dengan WFS (Web Faeture Service), dalam bentuk foto udara atau download image dengan WCS (Web Covering Service).  Layer WFS syaratnya harus koneksi internet, apabila penyedia data sharing shp maka user mendapatkan GML.  Cara berbagi pakai data tidak harus dari browser, bisa mengkonversi semua bentuk geospasial menjadi GML atau membuat suatu interface.  Standar metadata yang dipakai adalah ISO 19115.  Katalog fitur berisi definisi istilah yang dipakai misal sumber daya hipotetik.  Service geospasial bentuknya dapat berupa layanan tranformasi koordinat, buffering bisa dengan ArcGIS atau Cloud GIS.  Data geospasial berupa raster, vektor, dan database.  Metadata geospasial berisi lebih banyak pertanyaan di balik penyajian simbol dan gambar di balik peta berupa data akuisisi, tahun pengumpulan data, sumber data, metode analisis, akurasi. Metadata bisa disimpan di geoportal; Keuntungan teknologi HTML5 sudah terintegrasi dengan WebApps dan API sehingga user tidak perlu mendownload plugin untuk menampilkan, searching dan browsing seperti flash dan mendukung berbagai platform dan devices (dekstop, mobile, tablet), sifatnya responsif bisa menyesuaikan di berbagai ukuran layar, vektor ditampilkan sebagai vektor, ukuran cookies lebih kecil sehingga loading cepat, peta interaktif, simbologi di sisi klien bukan dari server.  Geoportal tidak hanya menampilkan GIS tetapi ada katalog metadata yang implementasi bisa dengan OpenLayers3 HTML5 Canvas.  ArcGIS server dan Portal for ArcGIS berbeda, Portal for ArcGIS contohnya geospasial untuk negeri, User interface bisa dibuat sendiri.


Geonode (Spatial Data Content Management System) merupakan contoh implementasi geoportal yang komponen utamanya django berbasis phyton, geoserver untuk menampilkan web GIS, geonetwork, pycsw untuk manajemen katalog metadata. Geonode ada dua database PostGIS dan ArcGIS, pengembangan antarmuka dengan GeoExt dan Openlayers, user interface logic dengan Django WSGI, Apache, otentikasi dengan django-admin, oAut, LDAP.  Geonode bisa untuk spatial data discovery, upload dan download data, membuat peta interaktif, open source, djanggo, bootstrap dan JQuery, scalable, konsol administrator.  Aplikasi geonode bisa didapatkan di  github.com/GeoNode/geonode, demo.geonode.org. ISO 19115 merupakan standard katalog pembuatan metadata, format ISO 19159.  Geonode juga bisa diunduh dari http://cartologic.com/cartoview.  Cartoview  bisa untuk interface browsing peta port default 4040.  Menu Apps bisa untuk modifikasi tampilan peta, analisis data spasial berbasis django.  Cartoview ArcGIS Feature Service untuk memanggil REST-API format bawaan ArcGIS.  Open Data Kid (ODK) bisa menampilkan data lapangan dengan keterangan dan foto akan muncul di cartoview. Geoservice Indonesia bisa dilihat di geoservices.ina-sdi.or.id/ArcGIS/rest/services. Versi stabil geonode terbaru 2.4.


Skenario yang penting adanya simpul jaringan dan penghubung setiap simpul jaringan apabila terhubung infrastruktur jaringan geospasial nasional. Yang perlu didiskusikan yaitu apakah setiap unit harus memiliki portal atau cukup satu saja serta bagaimana mekanisme menghubungkan setiap simpul jaringan.  Di kampus ada beberapa laboratorium dibuat jaringan data ada satu portal untuk memenuhi semua kebutuhan laboratorium.  Apabila semua unit membangun sendiri menjadi mahal. Setiap bagian harus alokasi dana untuk server, maintenance harus ada. Solusinya menggunakan cloud storage. Semua bagian yang mempunyai laboratorium dan masing-masing punya satu akun dan mempunyai pilihan untuk memanfaatkan data seperti google drive untuk cloud bisa menimpan data dan bisa mengatur sharingnya. Begitu juga layanannya ada spreadsheet dan word tanpa instal.  Satu laboratorium memiliki satu portal atau satu portal untuk banyak laboratorium. Hosting di satu laboratorium.    Semua tergantung dari kebutuhannya apakah setiap unit ada aturan birokrasinya; bagaimana data diperoleh/diakuisisi, diolah, disimpan dan didistribusi; server apakah ingin menggunakan linux/windows.  


Geonode dibangun awalnya di linux. Setahun lalu belum support windows tapi dicoba pakai vagran geonode untuk menyederhanakan proses atau stripping yang tidak perlu merupakan virtual box yg dimodifikasi, virtual box untuk menjalankan sistem operasi lain. Vagran berfungsi sebagai virtual machine minimum yang hanya bisa jalan di command prompt untuk memperingan kerja geonode.  Cartoview berjalan di port 4040.  Python punya beberapa paket yang berbeda, yang banyak dipakai 2.7.11 dan versi 3 lebih mudah dikustomisasi di linux. Di windows agak sulit. Situs geonode dibagi tiga untuk user, developer dan administrator.  Apabila ingin modifikasi geonode minimal mengetahui tentang html dan javascript. Tutorial menu admnistrasi django bisa dilihat di http://docs.geonode.org/en/master/tutorials/index.html. Geonetwork bisa dilihat di geonetwork-opensource.org.  Konfigurasi geonode yang berekstensi py. Semua geonode bisa diubah tampilannya asal menyebutkan menggunakan geonode versi berapa. Sudo service apache2 restart atau cartoview apache di windows apabila merubah setting tampilan dan ada perintah tambahan seperti di tutorial.
 

Peserta Workshop Implementasi Modul Katalog Metadata dan HTML5
 
 Narasumber dan moderator
 
Suasana workshop