Sharing Session Bersama Ebtke Mengenai Aplikasi Gis

Sharing Session Bersama EBTKE Mengenai Aplikasi GIS
 
Oleh : Firdaus Octavira
 
 
Bertempat di Gedung A Lantai 1 Kantor Pusat Sumber Daya Geologi, Jl. Soekarno Hatta 444 Bandung, pada hari Rabu, 15 Juni 2016, Pusat Sumber Daya Geologi mendapat kunjungan dari Sub Bagian Pengelolaan Informasi, Bagian Rencana Laporan, Sekretariat Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).  Kunjungan ini dimaksudkan sebagai sarana untuk koordinasi terkait penggunaan aplikasi berbasis GIS yang memang sudah cukup lama digunakan dan di kembangkan oleh Badan Geologi, khususnya Pusat Sumber Daya Geologi.
Diterima oleh Kepala Bidang Informasi Pusat Sumber Daya Geologi, Ir. Denni Widhiyatna, MT., kemudian kunjungan ini dilanjutkan dengan perbincangan yang lebih bersifat teknis dengan tim subbidang pengembangan informasi yang dipimpin oleh Kepala Subbidang Pengembangan Informasi, Indra Sukmayana, ST. Hal yang dibahas pada sesi ini terutama mengenai infrastruktur, pengembangan, serta pengelolaan data dan aplikasi GIS (Geographic Information System/ Sistem Informasi Geografis) pada Pusat Sumber Daya Geologi.

Ada 2 jenis aplikasi GIS yang dapat digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan user, yaitu aplikasi GIS yang sifatnya berbayar seperti ArcGIS yang digunakan pada Pusat Sumber Daya Geologi dan aplikasi GIS yang sifatnya opensource / tidak berbayar yang juga digunakan oleh Pusat Sumber Daya Geologi pada webGIS PSDG.
Kedua jenis aplikasi GIS ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk aplikasi GIS yang sifatnya berbayar, dalam hal ini ArcGIS, kelebihannya antara lain (menurut Dr. Ir.  A. Madjid  Rohim,  MS):
1.    ArcGIS merupakan sistem yang lengkap dari SIG  (completely system GIS) yang terdiri dari ArcGIS Desktop, ArcGIS Server dan ArcGIS Online, sehingga dapat digunakan baik untuk pengguna perorangan (pakar SIG) yang dikenal dengan sebutan “single user”, maupun  pengguna kelompok yang dikenal dengan sebutan “multi user” dan pengguna seantero dunia
2.     ArcGIS telah menyediakan fasilitas pendukung yang lebih dari 800 fungsi untuk berbagai keperluan dari berbagai bidang ilmu
3.    ArcGIS mampu mengelola database dengan kapasitas yang sangat besar
4.    ArcGIS merupakan teknologi software SIG yang didukung lebih dari 300 pakar SIG yang berasal dari berbagai Negara di dunia, sehingga tergolong teknologi software yang dinamis yang terus dikembangkan mengikuti perubahan yang terjadi baik pada teknologi informasi, teknologi komputer, dan teknologi internet serta perubahan kebutuhan analisis dalam pengembangan ilmu pengetahuan,   dan perubahan yang terjadi dalam paradigma berpikir para ahli saat ini
5.    ArcGIS mampu  melakukan beberapa analisis sekaligus dengan mengunakan fasilitas Model Builder
6.    ArcGIS  memudahkan dalam proses pembuatan peta digital, antara lain:
       a.    lebih sederhana dan cepat dalam mendigitasi berbagai objek di permukaan bumi, baik objek berupa:  titik (point), garis (line) maupun area (polygon)
       b.    lebih mudah dan lengkap dalam menentukan pilihan penggunaan peta dasar (basemap)
       c.    dapat menggunakan berbagai  jenis  input data, antara lain: citra satelit, foto udara, peta analog, gambar, table, dan lain lain,
       d.    mudah dan cepat dalam menentukan sistem koordinat, baik berupa sistem koordinat geografi maupun sistem koordinat projeksi
7.    ArcGIS juga mampu mentransformasi  peta analog ke peta digital, sehingga menjadi :
       a.    lebih cepat untuk menyajikan peta dengan ukuran skala yang berbeda
       b.    lebih mudah menambahkan informasi grafik  dengan berbagai pilihan tipe grafik yang berbeda pada peta         
       c.    lebih mudah memodifikasi desain dan tampilan peta
       d.    lebih mudah dan cepat  dalam melakukan berbagai  analisis statistik  dan menyajikan informasi hasil analisis tersebut dalam bentuk peta
       e.    lebih cepat dan sederhana dalam mengaplikasikan analisis dari berbagai bidang ilmu (geografi, geologi, ilmu tanah, landscape, meteorology & klimatologi,  pertanian, lingkungan, fisika, kimia, biologi, kelautan, air dan irigasi, kesehatan, kependudukan, sosial, ekonomi , politik,  dll) yang berbasis ruang  di permukaan bumi
       f.    lebih cepat dan lebih menarik dalam menyajikan tampilan dengan berbagai kombinasi warna sehingga dapat mengembangkan kemampuan seni  (estetika) dalam penyajian peta
sedangkan kekurangannya antara lain:
1.    Harga sangat mahal
2.    Lisensi yang diperoleh dari pembelian hanya terbatas untuk satu atau beberapa device saja
3.    Jika ada bug pada perangkat, harus menunggu versi update oleh perusahaan sehingga tidak dapat teratasi dengan cepat

Untuk jenis aplikasi GIS yang sifatnya Opensource/ tidak berbayar, kelebihannya antara lain:
  1. Pengembangan dapat dilakukan oleh siapapun. Lisensinya terbuka, sehingga user dapat menggunakannya untuk apa saja.
  2. Pengembangan dilakukan oleh komunitas tertentu dan bersifat umum.
  3. Memiliki hak cipta Copyleft, dimana terdapat kebebasan dalam pendistribusian tanpa atau dengan perubahan
  4. Pengembangan di dukung oleh komunitas, sehingga ketika ada bug pada software akan segera di atasi
  5. Software yang ditawarkan relatif lebih ringan, tools yang tersedia lebih sederhana, dan biasanya support di instal pada semua platform
  6. Dapat digunakan pada banyak device, tidak bergantung pada lisensi terbatas
 
Sedangkan kekurangannya antara lain:
  1. Fitur yang ditawarkan tidak sebanyak atau secanggih perangkat berbayar
  2. Tidak jarang banyak pengguna yang kebingungan ketika menggunakan perangkat open source untuk pertama kali, terlebih bagi pengguna yang sudah mencoba aplikasi berbayar sebelumnya
  3. Biasanya pengolahan terbatas hanya di vektor atau raster saja. Walaupun ada beberapa perangkat open source (seperti QGIS)  yang dapat digunakan untuk mengolah kedua jenis data, namun biasanya masih terfokus ke salah satu (pengolahan vektor lebih stabil dan baik dibandingkan tool raster atau sebaliknya).
  4. Pengguna harus aktif, ketika tool untuk mengeksekusi tidak tersedia, maka harus mencari informasi mengenai ekstensi yang dibutuhkan dan menginstalnya pada perangkat open source
  5. Karena pengembangannya didukung oleh komunitas, maka ketika komunitasnya mulai tidak aktif maka pengembangannya pun terhambat
 
Pusat Sumber Daya Geologi menggunakan aplikasi ArcGIS terutama untuk membuat peta, untuk mem-publish Web Map Service (WMS) antar lembaga pemerintahan (seperti BIG, dan kementerian/lembaga lainnya). Sedangkan untuk aplikasi GIS opensource, Pusat Sumber Daya Geologi menggunakan pmapper untuk membangun webGIS nya yang dapat diakses di alamat: http://webmap.psdg.bgl.esdm.go.id/pmapper_webmap/pmapper-4.2.0/map_default.phtml .

Sedangkan sharing dari EBTKE, aplikasi yang ada saat ini masih belum menggunakan platform aplikasi GIS. Untuk itu pihak EBTKE berharap dengan adanya sharing session ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka mengenai aplikasi GIS.