Penunjang Ekonomi Kreatif Di Provinsi Riau

Sumber Daya Mineral Bukan Logam Untuk Penunjang Ekonomi Kreatif Di Provinsi Riau
 
Oleh : Eko Suryanto


Pada tanggal 24 Mei sampai dengan 30 Mei 2016,Tim Evaluasi Potensi Sumber Daya Mineral Bukan Logam untuk Penunjang Ekonomi Kreatif Wilayah Sumatera dari Pusat Sumber Daya Geologi melakukan kegiatan uji petik dengan berkoordinasi ke Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau dan dilanjutkan koordinasi dengan Dinas-dinas terkait di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.
 
Setelah memperoleh informasi dari hasil koordinasi dengan dinas-dinas terkait, Tim segera melakukan sensus data untuk mendapatkan data sentra kerajinan masyarakat yakni sentra gerabah dan batumulia di wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan ini dilakukan oleh enam orang, yaitu: Ir. Zulfikar, SP.1; Ir. Martua Raja Parningotan; Dadang Rostaman, S.Sos; dan Eko Suryanto, S.Kom dari Pusat Sumber Daya Geologi serta Armedi, S.T dan Darman dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau.

Hasil pengamatan dari Tim Evaluasi diketahui ada lima sentra pengrajin gerabah dan satu sentra pengrajin batu mulia, tiga pengrajin gerabah terdapat di Kabupaten Pelalawan dan dua pengrajin di Kota Pekanbaru, untuk pengrajin batu mulia terdapat di Kabupaten Rokan Hulu, sementara di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi belum diketemukan adanya sentra pengrajin.
?
Mineral bukan logam yang digunakan sebagai bahan baku oleh pengrajin batumulia diantaranya Kalsedon, Agate, Jasper danRijang (flint) sementara untuk pengrajin gerabah berupa Lempung yang diperoleh dari lingkungan sekitar rumah atau tempat produksi, namun ada juga pengrajin yang membeli bahan baku dari penduduk sekitar karena keterbatasan lahan yang mereka miliki.

Sebagian besar sentra gerabah yang ditemukan memiliki persediaan bahan baku yang melimpah dan mudah didapatkan, salahsatunyaadalah Sentra Asni Mandiri yang kami temui di Jl. Taman Buah, Kecamatan Rumbai, Kelurahan Muara Fajar, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dengan perkiraan deposit sebanyak 200.000 Ton. Setiap daerah memiliki kualitas bahan baku yang berbeda, oleh karena itu Tim Evaluasi mengambil sample dari setiap lokasi untuk di uji kualitasnya. Bahan baku tersebut tentunya bisa dijadikan berbagai macam produk kerajinan seperti: Pendil, celengan, guci, pas bunga, piring, kendi, tempayan, anglo, kuali, gerabah hiasan dan pot.

Beberapa pengrajin telah mengembangkan usahanya dan didukung oleh pemerintah setempat, bahkan sempat memasuki pasar internasional, namun tidak sedikit yang terhambat oleh beberapa faktor seperti kurangnya sumber daya manusia, modal yang terbatas dan sulitnya memasarkan produk. Hambatan tersebut membuat beberapa pengrajin gerabah beralih atau bahkan lebih memilih memproduksi batubata yang mudah untuk dipasarkan dengan bahan baku yang sama namun dengan nilai jual dan kreatifitas yang jauh lebih rendah.



Koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau
 

Peta lokasi sensus data sentra gerabah dan batumulia di wilayah Provinsi Riau


Foto lokasi pengambilan bahan baku gerabah Sentra Asni Mandiri
 

Proses sampling
 
 
Foto salah satu lokasi tempat produksi batubata dengan sumberdaya Lempung yang cukup melimpah
 
 
 
Hasil produksi kerajinan gerabah