Asomm Wg Ke-13 Langkawi Malaysia

ASEAN Senior Official Meeting on Minerals Working Group (ASOMM WG) ke-13 di Langkawi Malaysia
 
Oleh : Qomariah



Rangkaian pertemuan the 13th ASEAN Senior Official Meeting on Minerals Working Group (ASOMM WG), the 13th Working Group Trade and Investment on Minerals (WGTIM), the 13th Working Group Capacity Building in Minerals (WGCBM),  the 13th Working Group on Mineral Information Database (WGMID), the 13th Working Group Sustainable Mineral Development (WGSMD), the 1st Board of Judges (BoJ) of the ASEAN Mineral Awards telah diselenggarakan pada tanggal 2 - 4 Agustus 2016 di Langkawi, Malaysia. Pertemuan dihadiri oleh sembilan dari sepuluh ASEAN Member States (AMS) kecuali Filipina yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam, Sekretariat ASEAN dan ASEAN Federation of Mining Associations (AFMA). Delegasi Indonesia yang hadir pada acara tersebut sebanyak 3 orang yang berasal dari unit Badan Geologi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia KESDM.
Acara dimulai dengan pembukaan rapat paripurna, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan ASOMM WG ke-13 dan BoJ ke-1 ASEAN Mineral Awards yang dilaksanakan secara paralel di ruang terpisah selama 2 hari tanggal 2-3 Agustus 2016, lalu hari ke-3 tanggal 4 Agustus 2016 diakhiri dengan field trip ke Kilim Karst Geoforest Park.  Pertemuan diawali dengan pembukaan rapat paripurna yang dipimpin oleh Malaysia sebagai host country,  yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama ketua delegasi dan semua delegasi yang hadir di pertemuan ASOMM WG dan BoJ.  Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembahasan ASEAN Minerals Cooperation Action Plan (AMCAP)-III (2016-2025) yang telah disepakati bersama, kegiatan yang sudah dan belum terlaksana pada AMCAP II (2011-2015), pengembangan indikator kinerja kunci dan prioritas tahunan ASEAN Economic Community (AEC) blueprint 2025, perkembangan Key Performance Indicators (KPI) di bawah AEC blueprint 2025, draft konsolidasi rencana aksi strategis mineral / Strategic Action Plan (SAP), konsolidasi KPI sektoral, prioritas tahunan kerjasama mineral, serta ASEAN Mineral Trust Fund (AMTF).

Pada WGMID, Indonesia (Badan Geologi) menjadi koordinator pada MD1(i) Ensure efficient operation of the ASEAN Mineral Database Information System (AMDIS), MD2(i) Enhance commitment among AMS to provide and update the AMDIS on a regular and timely basis, dan MD2(iii) Continue and strengthen the AMDIS, including its infrastructure pertaining to information on trade, investment, environment, laws and regulations, capacity building, etc.
Terkait implementasi MD1(i), Indonesia akan memelihara dan monitoring koneksi server AMDIS beserta aplikasi dan databasenya yang disimpan di Pusat Sumber Daya Mineral Batubara Panas Bumi (PSDMBP), membackup AMDIS, mengajukan usul kepada AMS agar memiliki server WMS sendiri khususnya untuk sumber daya mineral ASEAN yang mengikuti standard Open Geospatial Consortium (OGC), mengajukan usul pengembangan portal WMS apabila AMS menyetujui memiliki database sumber daya mineral ASEAN terdistribusi di negara masing-masing agar pengelolaannya lebih fleksibel dan keamanan data masing-masing AMS lebih terjamin, mengajukan usul alternatif agar AMS dapat menggunakan aplikasi AMDIS yang telah tersedia atau menggunakan aplikasi yang telah dibangun oleh Geological Survey of Japan (GSJ) bekerja sama dengan CCOP atau membangun sendiri aplikasi WMS server menggunakan open source sotfware GeoNode dan GeoServer. 
Terkait implementasi MD2(i), Indonesia akan meminta komitmen AMS untuk mermperbaharui konten data pada AMDIS secara regular melalui pembentukan AMDIS focal point yang baru.  Semua AMS telah menyerahkan datanya kepada Indonesia kecuali Filipina. AMDIS focal point Indonesia akan didiskusikan setelah mendapatkan arahan dan keputusan dari pimpinan yang terkait dengan masing-masing WG ASOMM. Setiap AMS diharapkan menyerahkan tiga nama untuk pengelolaan konten data AMDIS dan akan melaporkan kemajuan pemutakhiran datanya pada setiap pertemuan ASOMM WG, ASOMM, ASOMM+3, dan ASEAN Ministerial Meeting in Minerals  (AMMin). Daftar AMDIS focal point akan diserahkan kepada Sekretariat ASEAN untuk dilampirkan dalam laporan ASOMM WG. Setelah mendapat konfirmasi dari AMS, Indonesia akan mengirimkan kembali username dan password ke semua AMDIS focal point agar dapat memutakhirkan data secara regular pada AMDIS. Brunei Darussalam mengajukan keberatan apabila harus membangun sendiri WMS server.
Terkait implementasi MD2(iii), Indonesia akan meminta komitmen AMS untuk mermperbaharui konten data pada AMDIS khususnya ASEAN Mineral Trade Database secara regular, menu input dan output terkait investment mineral telah ditambahkan pada AMDIS berdasarkan permintaan dari WGTIM. Indonesia menerima masukan dari AMS untuk pengembangan AMDIS.  Semua AMS memutuskan untuk melanjutkan kegiatan pemutakhiran data pada AMDIS setelah diberikan username dan password dari Indonesia. Beberapa kegiatan pada WG ASOMM memerlukan data yang tersedia pada AMDIS. Sehubungan dengan hal tersebut Indonesia meminta komitmen bersama AMS untuk berkontribusi terhadap pemutakhiran data AMDIS yang dapat dijadikan cikal bakal Spatial Data Infrastructure (SDI) mineral ASEAN.
Sekretariat ASEAN memberikan tanggapan terhadap paparan yang disampaikan terkait MD1(i), MD2(i), MD2(iii). Ada beberapa action lines of AMCAP III yang bergantung pada data AMDIS yaitu :
TI1-ii    Compile information, statistics and publication on mineral exploration, development and consumption as well as value-added activities, including mineral laws and regulations (Cambodia);
TI1-iii Collect and collate existing regulations and incentives towards making them readily available to stakeholders(Brunei Darussalam);
TI2-iii Regular review of trade and investment in minerals amongst AMS (Indonesia);
ES1(i) Share information through mineral information database on existing incentives and laws/ regulations pertaining to sustainable mineral resource development (Brunei Darussalam);
ES4(i)  Identify, document and disseminate rehabilitation strategies and measures for abandoned and closed mines/ sites for inclusion in ASEAN Mineral Database (Cambodia);
Strategy 4: Maintaining an Efficient and Up-to-date ASEAN Minerals Database, Including Its Infrastructure towards Achieving AEC Integration in the Minerals Sector (Indonesia, Thailand, Lao PDR, Philippines).
Sehubungan hal tersebut di atas diperlukan, target kategori data dalam pengisian konten data AMDIS khususnya ASEAN Mineral Trade Database, yaitu : paket regulasi terkait mineral secara umum, paket regulasi terkait investasi dan perdagangan mineral, paket insentif (fiskal, non-fiskal), ekspor, impor, investasi, area pertambangan yang sudah ditutup. Semua AMS diharapkan dapat memutakhirkan data pada kategori tersebut secara lengkap sehingga target AMCAP III bisa tercapai dengan baik.  Pada AMDIS perlu ditambahkan fitur konter statistik untuk mengetahui jumlah pengunjung AMDIS yang terkait KPI. Indonesia akan menambahkan fitur tersebut.  Data AMDIS apabila dilengkapi dapat sebagai bahan dalam pembuatan publikasi seperti regulasi dalam investasi dan perdagangan mineral ASEAN. Publikasi tersebut mungkin dapat dibiayai dari AMTF.
Hasil pertemuan ASOMM WG ke-13 di Langkawi, Malaysia akan dilaporkan dan disahkan pada acara ASOMM ke-16 yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 10-12 November 2016. Acara ASOMM WG ke-14 akan diselenggarakan tahun 2017 di Myanmar. AMCAP III telah disepakati oleh AMS.  AMS telah menyepakati kelanjutan pemutakhiran data pada AMDIS yang akan dijadikan sebagai referensi kegiatan pada semua WG ASOMM. Dana prinsipal ataupun bunga AMTF tidak cukup untuk membiayai satu kegiatan workshop/seminar sehingga perlunya dipertimbangkan kenaikan iuran. Kegiatan penerbitan publikasi mungkin dapat dibiayai dari AMTF.
 

 

Foto bersama ketua delegasi ASOMM WG ke-13

 

Foto semua delegasi ASOMM WG ke-13

 

Foto bersama delegasi Indonesia

 

Suasana pembukaan

 

Suasana Pertemuan ASOMM WG ke-13  

 

Presentasi WGMID

 

Susana Pertemuan ke-1  BoJ ASEAN Mineral Awards

 

Field Trip