Kunjungan Jabatan Mineral Dan Geosains Malaysia Ke Badan Geologi

KUNJUNGAN JABATAN MINERAL DAN GEOSAINS MALAYSIA KE BADAN GEOLOGI
Oleh: Penny Oktaviani


Nota Kesepakatan atau MoU antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia dalam rangka Kerja Sama Teknik dan Saintifik dalam Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral (Scientific and Technical Co-Operation in The Field of Geology and Mineral Resources) telah ditandatangani pada tanggal 22 Maret 2010 dan merupakan dasar kerjasama antara Pemerintah Malaysia diwakili oleh Jabatan Mineral dan Geosains - Malaysia, (JMG) sedang dari Pemerintah Indonesia diwakili oleh Badan Geologi (BG). Implementasi dari MoU tersebut telah menghasilkan empat Working Group, salah satu diantaranya adalah Indonesia-Malaysia Mineral and Energy Resources Working Group, untuk bidang ini pelaksanaannya dilakukan oleh Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG). MoU kerja sama tersebut berakhir pada tahun 2015 dan diperpanjang satu tahun hingga 2016 ini.


Pada tahun 2016 ini sekiranya dilakukan pertemuan tahunan di Malaysia, pada bulan September untuk membahas kemajuan kegiatan kerja sama yang telah dilakukan oleh setiap Working Group dan melaksanakan Steering Committee Meeting ke 6. Kegiatan tersebut terpaksa dibatalkan sehubungan dengan adanya pemotongan anggaran di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Oleh karena itu, pada tanggal 15 – 17 November 2016 tim dari JMG melakukan kunjungan ke Badan Geologi dalam rangka diskusi dan finalisasi laporan akhir hasil kegiatan kerja sama 2010 – 2016. Rombongan diterima di kantor Badan Geologi pada hari Selasa, 15 November 2016 oleh Kepala Pusat Survei Geologi, Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc mewakili Kepala Badan Geologi. Pada hari yang sama, tim JMG Malaysia berdiskusi dengan tim Badan Geologi mengenai kegiatan kerja sama yang dilakukan, yaitu melakukan penyelidikan di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia dalam bidang pemetaan geologi, penyelidikan sumber daya mineral dan energi, penyelidikan air tanah, penyelidikan gerakan tanah dan kegempaan, serta geoheritage.


Keesokan harinya, Rabu tanggal 16 November 2016 tim JMG Malaysia melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Badan Geologi, diantaranya ruang monitoring Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Musium Geologi, dan laboratorium Pusat Survei Geologi di Jalan Pasteur.


Kunjungan hari terakhir diisi dengan mengunjungi pos pengamatan gunung api di Gunung Guntur, Garut dan lokasi panas bumi yang telah dikembangkan, yaitu milik PT. Pertamina Geothermal Energy di daerah Kamojang. Dalam hal pengembangan energi panas bumi, pihak JMG Malaysia banyak belajar dari Indonesia yang telah berhasil mengembangkan energi panas bumi di beberapa daerah di Indonesia.

 

Gambar 1. Serah terima cindera mata dari perwakilan JMG Malaysia kepada Badan Geologi.

 
Gambar 2. Foto bersama tim JMG Malaysia dengan tim Badan Geologi.

 


Gambar 3. Kunjungan tim JMG Malaysia ke ruang monitoring PVMBG.


Gambar 4. Tim JMG Malaysia mengunjingi Musium Geologi
 

Gambar 5. Tim JMG Malaysia diterima oleh Kepala Badan Geologi beserta jajarannya.

 
Gambar 6. Tim JMG Malaysia berfoto bersama setelah melakukan kunjungan ke PT. Pertamina Geothermal Energi Kamojang.