Cina Tertarik Kerjasama Dengan Badan Geologi Diperluas

Cina Tertarik Kerjasama dengan Badan Geologi Diperluas
pada Seminar on Geoscientific Cooperation for the Countries on The Maritime Silk Road Di Wuhan Cina


Sebanyak 15 pembicara tampil pada Seminar on Geoscientific Cooperation For the Countries On The Maritime Silk Road Di Wuhan Cina 17-18 Juli 2017. Seminar yang membahas hasil capaian penyelidikan China Gological Survey (CGS) itu menampilkan 4 pembicara tamu termasuk Indonesia dan 15 pembicara CGS sebagai tuan rumah. Seminar yang berlangsung dua hari ini diikuti oleh 100 peserta termasuk undangan dari Indonesia (6), Malaysia (3), Mesir (3), dan Eritrea (2).

Direktur Kerjasama CGS, Liu Dawen menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara ini. Dalam sambutannya Liu Dawen menekankan pada pentingnya kerjasa sama dan evaluasi hasil yang telah dicapai dalam penyelidikan CGS. Selama ini CGS melakukan kerja sama dengan beberapa negara mencakup teknologi prospeksi geofisika dan remote sensing, geokimia, survey geologi kelautan, hidrogeologi dan lingkungan Kars, kerjasama pendidikan kegeologian dan riset sepanjang Jalur Sutera Maritim.  Selain disampaikan melalui seminar, hasil-hasil kerjasama juga dipajang berupa poster.

Delegasi Indonesia, Badan Geologi dipimpin oleh Hedi Hidayat, Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas bumi (PSDMBP). Sementara itu Armin Tampubolon sebagai peneliti PSDMBP mknyampaikan materi berisikan kebijakan dan strategi pengembangan sumber daya mineral batubara dan panas bumi serta catatan kemajuan kerjasama dengan CGS Periode 2016-2019 di Sumatera.
 
Keikutsertaan  tim  PSDMBP  dalam  seminar  ini  didasarkan  pada  undangan  Direktur  Jenderal  Wuhan Centre of China Geological Survey, Yao Huazhou pada (07/06/17). Surat ditujukan kepada masing masing peserta tim PSDMBP yang terdiri dari   Hedi Hidayat (Kepala Pusat), Moehamad  Awaludin  (Kabid Mineral), Armin Tampubolon (Koordinator Kerja sama), Dedeh Dinarsi, Rizky Ansari dan Fajar Firmansyah (Staf Laboratorium).

Seusai seminar dua hari (18/07/17), pada malam hari dilakukan pertemuan antara tim Badan Geologi dengan tim Wuhan Centre CGS yang dipimpin oleh Hu Peng sebagai koordinator dan tim China-ASEAN Mining Coorporation Forum of Nanning (CAMCF) dan Wei Qifeng sebagai Direktur Pertambangan dan Sumberdaya. Pertemuan tersebut membahas kemungkinan pelaku usaha pertambangan Cina untuk meningkatkan investasi dibidang eksplorasi mineral, batubara dan panas bumi. Pada pertemuan ini disampaikan juga undangan menghadiri CAMCF di Nanning bulan Agustus 2017. Badan Geologi sangat diharapkan  kehadirannya  dengan  agenda  pembahasan  bukan  saja  terbatas  pada  sektor  mineral  dan batubara akan tetapi diperluas dengan panas bumi. Dijelaskan juga bahwa banyak investor Cina yang tertarik dengan pengembangan panas bumi karena dianggap penting untuk pengembangan pariwisata di Cina.

Di hari ketiga, pada (19/07/17) CGS mengadakan pertemuan dengan delegasi negara negara undangan untuk menawarkan proposal kerjasama sesuai agenda pertemuan. Indonesia melalui tim PSDMBP mengusulkan: (1) Perluasan daerah pemetaan geokimia 69 unsur dalam perioda 2016-2019 yang sedang berjalan; bukan saja Pulau Sumatera tapi diusulkan juga Pulau Kalimantan secara simultan.   Hal ini diusulkan atas pertimbangan manfaat peta geokimia 69 unsur sebagai peta dasar dalam menetapkan daerah prospek dan WIUP baru mineral logam, (2) Training staf Laboratorium PSDMBP terutama dalam mengoptimalkan fungsi kerja alat yang ada sehingga mampu menganalisis hingga 69 jumlah unsur seperti yang dicapai Laboratorium CGS. Pelaksanaan training diusulkan agar dalam periode 2016-2019, dan (3) Remote sensing untuk daerah daerah perbatasan, terluar dan terpencil dalam hal ini diusulkan daerah Papua. Dengan alasan di daerah ini belum tersedia infrastruktur yang memadai  untuk akses padahal banyak diketahui indikasi mineral.

Usulan  ini  ditindaklanjuti  dengan  penyampaian  dokumen  tertulis  pada  pertemuan  dengan  pimpinan Wuhan Centre CGS,Yao Huazhou, dan tim pada pertemuan khusus (22/17/17) antara Wuhan Centre CGS dengan tim PSDMBP. Pada kesempatan ini, pimpinan Wuhan Centre CGS bahkan menawarkan juga kerjasama yang lebih detil di luar geokimia.

Seminar berlangsung selama seminggu (16-22/07/17) memperluas lingkup kerjasama dan mempererat kerjasama antara Cina dan Indonesia terutama di Jalur Sutera Maritim. Sebagaimana diberitakan berbagai media akhir-akhir ini, pengembangan Jalur Sutera Maritim sedang marak dibahas pemerintah Cina dengan sejumlah negara termasuk   Indonesia. Kegiatan lain di luar seminar yakni kunjungan ke Laboratorium Wuhan Centre, dan  kunjungan ke Dam terbesar di dunia Three Gorges di Yichang.
 
Wuhan Centre CGS banyak melakukan kerja sama dengan lembaga penyelidikan luar negeri melalui penerapan metodologi dan teknologi survei modern dengan hasil yang akurat. Hal ini mencerminkan tingkat kemahiran ahli, ketersediaan budget dan teknologi yang dimiliki cukup memadai sehingga bahan pertimbangan bagi kita untuk menjalin kerjasama kearah yang lebih luas. Dengan keterbatasan anggaran penyelidikan akhir-akhir ini sangat tepat menjalin kerjasama dengan Wuhan Centre CGS sehingga pencapaian target yang sudah kita tetapkan dapat terbantu sebagian.

Kerjasama Wuhan Centre of  China  Geological  Survey  (WC-CGS) dan Pusat  Sumber  Daya Mineral Badan Geologi (PSDMBP-BG) telah berlangsung sejak 2011 dimana hasil periode 2011-2014 telah diperoleh berupa Peta Geokimia Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Peta geokimia terdiri dari 39 unsur dan menggambarkan 16 daerah prospek mineral logam, yang tercermin dari anomali geokimia unsur, dan telah digunakan sebagai acuan kegiatan lanjutan PSDMBP kurun waktu 2013-2015. Disamping itu, peta geokimia ini sangat bermanfaat sebagai data dasar dalam mengusulkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang baru.

Dari uraian pemanfaatan peralatan laboratorium yang diikuti selama di Wuhan, optimalisasi penggunaan instrumen  laboratorium  diharapkan  dapat  tercapai  dengan  bersedianya  Wuhan  Centre  memberikan training  bagi  staf  Laboratorium  PSDMBP.  Keragaman  hasil  penelitian  yang  dipaparkan  memiliki kesamaan dengan tupoksi Badan Geologi sehingga kerjasama bukan saja dapat dilakukan di sektor sumber daya akan tetapi juga di bidang geosciences, geologi lingkungan Kars dan air tanah, geological heritage. Bahkan CGS masih membuka peluang kerjasama di sektor tupoksi Badan Geologi guna mendukung program "Maritime Silk Road" yang mencakup Indonesia. “ Kita harus memanfaatkan peluang ini”, demikian Hedi menegaskan kepada rombongan delegasi Indonesia.

Sumber: Armin Tampubolon dan Moehamad Awaludin

 

Hedi Hidayat Kapus PSDMBP duduk di tengah memimpin delegasi Indonesia

Peserta seminar yang sebagian besar Staf Wuhan Centre CGS China

Peta Jalur Sutera Maritim yang melintasi juga wilayah Indonesia