Workshop For Jica Project

Workshop for JICA Project To Develop Medium And Long Term Geothermal Development Policy In Indonesia

 

Kerjasama Antara Badan Geologi, KESDM dengan JICA Jepang mengadakan Workshop for JICA for Project to Develop Medium and Long Term Geothermal Development Policy in Indonesia pada 18-19 September 2017 di kantor Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) di Bandung. Workshop Kerjasama JICA  ini bertujuan untuk tranfer pengetahuan dan teknologi dari JICA dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di PSDMBP, Badan Geologi dan Direktorat Panas Bumi, Dirjen EBTKE terkait eksplorasi dan pengembangan energi panas bumi di Indonesia khususnya untuk percepatan pemanfaatan energi listrik tenaga panas bumi.
 
Workshop Kerjasama JICA yang dibuka oleh Kepala PSDMBP Hedi Hidayat menghadirkan enam narasumber dari Tim JICA dan narasumber dari PSDMBP. Peserta workshop yang berjumlah 33 orang terdiri dari 6 peserta dari  JICA, 7 peserta dari Direktorat Panas Bumi, EBTKE yang diwakili Bidang Investasi, dan 17 peserta staf Bidang Panas Bumi, dan 3 peserta dari Pokja Kerjasama, PSDMBP.
 
Workshop Kerjasama JICA ini merupakan kegiatan untuk memberikan Transfer pengetahuan dari Tim JICA kepada PSDMBP, Badan Geologi dan Direktorat Panas Bumi, EBTKE, KESDM yang dapat dibagi dalam 4 bagian, meliputi: (1) Transfer pengetahuan tentang Survai Sumber daya Panas Bumi: Survei Geologi dan analisisnya, Survei Geokimia dan analisis Isotop serta eksplorasi Geofisika untuk mengetahui karakteristik dan sumber daya panas bumi. (2) Evaluasi Sumber daya Panas Bumi yang mencakup: Aplikasi data Logging, Aplikasi data Sumur Geologi dan Modeling sistem panas Bumi, serta Evaluasi Poensi Sumber daya. (3) Diskusi Teknik Kriteria pemilihan daerah prospek untuk WKP dan desain penentapan WKP serta (4) Diskusi tentang prosedur pengembangan, Rekomendasi kriteria pada tahapan pengembangan prosedur dan kriteria untuk kesuksesan pengembangan panas bumi.
      
Dalam materi Geologycal Survey and Analysis diperoleh transfer teknologi mengenai Konsep geologi dan sistem dan penyebaran sumber daya panas bumi, beberapa Karakteristik sistem panas bumi di Jepang, peranan data survei geologi tentang model struktur untuk dasar dalam mengambarkan konseptual model sistem panas bumi, porositas sekunder yang terbentuk oleh rekahan yang berperan penting dalam pembentukan reservoir panasbumi dengan studi kasus daerah Darajat dan Cubadak, Dan Tipe Karakteristik sumber daya panas bumi dan kontrol struktur peregangan Kaldera di jepang.
 
Dalam materi Geochemical survey and analysis isotop diperoleh Transfer teknologi tentang Metoda  analisis water isotop,  sistem ion gas Chromatografi dan Ultra pure water system. Pada materi Geofisical exploration for characteristic and geothermal resource diperoleh Transfer Teknologi mengenai metoda magnetoteluric dalam eksplorasi panas bumi, akusisi data MT, teknik inversi 3Dimensi yang digunakan di seluruh dunia dan menjadi keharusan bagi eksplorasi panas bumi. Pemilihan metoda geofisika dalam eksplorasi panas bumi dan Diskusi dengan intensif tentang reservoar engineering yang dibutuhkan untuk mendapatkan model geofisika yang baik.
 
Lecture dan Discussion dalam Workshop kerjasama JICA.
    
Pada materi: Aplication data logging, Aplication of well geological data and geothermal modelling diperoleh transfer teknologi tentang analisi data logging untuk menjelaskan sistem tempatur dalam formasi dari pengeboran yang digunakan untuk estimasi temperature reservoir. Dan juga metoda aplikasi data sumur geologi dari hasil pengeboran Slim hole untuk menentukan model sistem panas buminya. Pada materi Resource Potential Evaluation diperoleh Transfer teknologi tentang evaluasi potensi melalui Simulasi Reservoar. Reviuw perhitungan sumbr daya panas bumi dengan menggunakan metoda Monte Carlo, yang diterapkan pada beberapa daerah prospek panas bumi di Indonesia. Evaluasi konseptual model reservoir dengan melakukan metoda aplikasi simulasi reservoir yang dlakukan sebelum pengeboran Deep Slim Hole untuk menghitung estimasi volume reservoir, dan temperature dari numerik model reservoir.
      
Dalam Workshop ini juga dilakukan diskusi tentang Kriteria dalam penyiapan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan penentuan penetapan WKP. Kriteria penentuan daerah prospek panas bumi untuk WKP di Jepang didukung dengan reviuw data 3G, MT dan pengeboran eksplorasi. Dengan status cadangan mungkin sehingga resiko pengembangan panas bumi akan lebih kecil, dan data geosain semakin akurat data bawah permukaannya. Badan Geologi, PSDMBP mendiskusikan tentang Teknik Kriteria dalam penyiapan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan penentuan penetapan WKP di Indonesia. Kriteria penentuan daerah prospek panas bumi untuk WKP di Indonesia berdasarkan Undang-Undang  No 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi mensyaratkan status data hasil survey 3G dan MT saja, tanpa didukung data pengeboran. Dalam diskusi ini dibahas reviuw data geosain panas bumi daerah Rekomendasi usulan WKP Sumani, Waesano, Bittuang , Cubadak-Simisiuh –Panti dan Nage, serta rencana Daerah prospek panas bumi untuk usulan WKP tahun 2016 – 2020.
Dengan terlaksanannya workshop Kerjasama JICA ini diharapkan diperoleh transfer teknologi dan solusi terkait tantangan dan strategi eksplorasi untuk mengurangi resiko di sisi hulu dalam pengembangan wilayah-wilayah prospek panas bumi di Indonesia untuk percepatan pemanfaatannya energi panas bumi dalam rangka mendukung pencapaian target Roadmap energi listrik panas bumi tahun 2025 sebesar 7200 MWe.
    
Penulis: Iwan Nursahan, Rina Wahyuningsih, dan Qomariah

 

 

Pembukaan Workshop JICA

 

Suasana Workshop JICA