Travertin Untuk Pemanfaatan Langsung Panas Bumi Bukit Kapur Yang Menawan

TRAVERTIN UNTUK PEMANFAATAN LANGSUNG PANAS BUMI
BUKIT KAPUR YANG MENAWAN
 
 
 

Travertin merupakan salah satu manifestasi panas bumi yang berkomposisi kimia CaCO3, berupa endapan karbonat di permukaan. Endapan berasal dari air meteorik dan/atau gas magmatik kaya akan CO2. Larutan karbonat kemudian terbawa oleh air panas tersebut melalui rekahan ke permukaan, mengalami proses pengendapan secara cepat di sekitar air panas pada kondisi pH > 8 dan proses evaporasi yang tinggi pada tekanan rendah. Mineral penyusun travertin umumnya berupa kalsit, namun bisa juga terbentuk aragonit bila suhunya lebih tinggi.  

Travertin oleh masyarakat dikenal dengan batukapur, namun sebenarnya berbeda proses pembentukannya dengan batugamping. Tim Panas Bumi, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi telah mengidentifikasi keberadaan travertin yang tebal dan luas di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Ciseeng – Gunung Peyek Bogor,  Sipaholon dan Dolok Tinggiraja (Sumatera Utara), Baturaden – Pancuran Tujuh di Jawa Tengah, Waisano – Namparmacing, Ranamasa – Mapos, Bukapiting di NTT, Semolon-Malinau di Kalimantan Utara dan masih ada juga dibeberapa daerah lainnya yang berhubungan dengan sistem panas bumi namun dimensinya tidak terlalu luas.

Sebagai contoh travertin yang berada di Ciseeng Bogor membentuk bukit-bukit di sekitar air panas, tampak berwarna putih (menyerupai bukit salju), bertekstur khas sedimentasi membentuk aliran-aliran mencerminkan endapan dengan media air, tentu saja kalau ditetes HCl berbusa, menunjukkan pelarutan. Air panas yang keluar di sekitar travertin umumnya berkisar pada temperatur 40-60o C untuk daerah Ciseeng, airnya berasa asin, dengan pH 6,65, daya hantar listrik 35100 µS/cm dan konsentrasi Na >7000 mg/L, Cl >16000 mg/L. Travertin yang berada di Gunung Peyek, lokasinya berada di tengah-tengah pesawahan yang membentuk bukit dan di puncaknya keluar air panas bertemperatur 36oC menyerupai kawah mini yang menunjukkan warna yang berbeda. Keberadaan gunung travertin dan air panas yang berada di Ciseeng telah dimanfaatkan secara langsung sebagai obyek wisata yang sudah dikelola pihak swasta dan masyarakat sekitar.  

Selain untuk pariwisata masih ada beberapa manfaat lain dari endapan travertin. Seperti campuran bahan bangunan, pembuatan semen, conblock dengan tekstur bisa dibuat ukiran dan lantai keramik. Di dunia kedokteran, konsentrasi karbonat dimanfaatkan untuk pengobatan dan campuran kosmetik, tentunya dengan kadar tertentu dan setelah melalui proses kimia yang aman. Dalam bidang pertanian biasanya dimanfaatkan untuk menetralisir tanah yang bersifat asam.

Namun dengan kondisi yang tidak terpelihara, travertin juga memiliki dampak yang bisa merugikan masyarakat dan lingkungan. Endapan yang masih aktif selama masih terjaga suplai fluida di kedalaman dan muncul berupa air panas dengan konsentrasi karbonat yang tinggi tentunya akan merubah pola morfologi suatu daerah. Berbagai tanaman di bagian hilirnya tentunya akan mati dan mengeras. Travertin juga digunakan sebagai indikasi temperatur reservoir menengah (<200o C) dan dalam pengembangan PLTP berpotensi untuk terbentuknya scaling
Dengan mengenal travertin dalam kehidupan kita, tentunya bisa banyak membawa manfaat selama kita tetap menjaga dan memelihara alam sekitar.

 

#Geothermal #Travertin #Bukitkapuryangmenawan #PanasbumiPSDMBP