Mengungkap Konfigurasi Bawah Permukaan Lahan Gambut Dengan Survey Geolistrik

Mengungkap Konfigurasi Bawah Permukaan Lahan Gambut Dengan Survey Geolistrik

Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan bumi. Tahanan jenis/resistivitas batuan adalah sifat/kemampuan suatu batuan untuk menghambat arus listrik yang melaluinya. Variasi resistivitas batuan tersebut tergantung pada jenis batuan dan mineral, porositas batuan, kandungan fluida dalam pori-pori batuan (dapat berupa minyak bumi, gas, atau air).

Pada tahun 2018, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) untuk pertama kalinya mengadakan kegiatan survey geolistrik pada lahan gambut. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Badan Geologi dengan Badan Restorasi Gambut untuk mengetahui sebaran gambut dan keberadaan air tanah pada kawasan hidrologis gambut rawan terbakar di daerah Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Survey geolistrik menggunakan metode geolistrik 2D (Mapping) dengan konfigurasi Dipole-dipole, jumlah elektroda 72 dan interval elektroda 2.5 hingga 10 m.
Kegiatan ini membuktikan bahwa metode geolistrik mampu menyajikan data sebaran dan ketebalan gambut pada suatu daerah (Gambar 1). Pusat Sumberdaya Mineral Batubara dan Panas Bumi terus melakukan kajian dan uji coba yang lebih mendalam agar penggunaan metode geolistrik pada pemetaan lahan gambut mampu memberikan tambahan data yang berkualitas, mampu meningkatkan efektifitas pemetaan lahan gambut dan meningkatkan keyakinan interpretasi dalam pemetaan sebaran lahan gambut, termasuk mampu memberikan informasi konfigurasi bawah permukaan lainnya untuk berbagai kebutuhan pemanfaatan dan konservasi lahan gambut.
 

 Gambar.1. Penampang Geolistrik 2D dengan interval 10 dan 2.5 m
 
 


 Gambar.2. Peralatan Geolistrik 2D (Kiri) dan keadaan saat pengukuran di lahan gambut (Kanan)