Klasifikasi Temperatur Reservoir Dan Pemanfaatan Sumber Daya Panas Bumi

KLASIFIKASI TEMPERATUR RESERVOIR DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA PANAS BUMI

Sektor energi memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan Nasional, sehingga ketersediaan data energi mutlak diperlukan. Panas bumi merupakan salah satu energi yang dimiliki oleh Indonesia. Pemanfaatan tidak langsung dalam bentuk suplai listrik masih sekitar 7% dari total Sumber Daya.


Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) salah satu tupoksinya adalah melaksanakan penyelidikan juga menyusun neraca sumber daya bidang panas bumi. Berdasarkan pemutakhiran data neraca  tahun 2018, daerah panas bumi di Indonesia tersebar di 349 lokasi, total sumberdaya 25.386,5 MWe  dengan cadangan 15.127 MWe. Hingga akhir tahun 2018 telah terpasang sebesar 1.948,5 MWe.


Dari nilai sumber daya tersebut dapat dipisahkan sesuai temperatur reservoirnya berdasarkan SNI 6482 : 2018 "Parameter dalam estimasi potensi energi panas bumi". Temperatur rendah (<125oC) terdapat di 82 lokasi dengan total sumber daya 1826 MWe. Kategori temperatur rendah dapat dimanfaatkan secara langsung seperti untuk pariwisata, pemandian, pengeringan di bidang perikanan, dan pertanian serta kedepannya untuk heat pump (pendinginan dan pemanasan). Pada umumnya tersebar di lingkungan panas bumi non vulkanik seperti di Kalimantan, Papua dan Sumatera bagian Timur.


Panas bumi  dengan temperatur sedang antara 125-225oC terdapat di 168 lokasi dengan total sumberdaya 9012 MWe. Pemanfaatan energi panas bumi yang bertemperatur sedang (medium Entalphy) juga dapat menghasilkan listrik dengan pembangkit sistem biner (Binary System). Fluida panas yang berasal dari hasil pengeboran ataupun sisa dari buangan pembangkit konvensional (system flash steam) yang panasnya mencapai 100 s.d 200oC digunakan untuk memanasi fluida organik yang bertemperatur rendah melalui mesin penukar kalor (heat exchanger), uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakan turbin sehingga menghasilkan listrik. Pembangkit sistem biner pernah diterapkan di PLTP Lahendong, Provinsi Sulawesi Utara dengan kapasitas 2,5 MWe kerjasama dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). Saat ini lapangan panas bumi Sarulla di Provinsi Sumatera Utara juga telah mengoperasikan proyeknya dengan kapasitas 4x6,743 MWe dan 2x13,89 MWe, menyusul kedepannya PT PLN di Tulehu, Provinsi Maluku.


Panas bumi  dengan temperatur reservoir tinggi >225oC terdapat di 100 lokasi, dengan sumber daya 14548,5 MWe.  Pemanfaatan tidak langsung pada daerah panas bumi temperatur tinggi umumnya menggunakan sistem konvensional. Superheated Liquid dari sumur dimasukan ke dalam flash tank pada kondisi tekanan rendah sehingga fluida cepat berubah menjadi uap yang digunakan untuk menggerakan turbin. Sisa air pada flash tank akan disalurkan kembali ke sumur injeksi masuk ke reservoir. PLTP yang ada dan beroperasi di Indonesia tersebar di Sibayak, Sarulla, Ulubelu di Sumatera, G.Salak, Wayang Windu, Kamojang, Darajat, Patuha, Karaha dan Dieng di Jawa, Ulumbu dan Mataloko di Flores, serta Lahendong di Sulawesi.
#PSDMBP #panasbumi #Pembangkitpanasbumi #temperatur #neracapanasbumi #siklusbiner #pemanfaatanpanasbumi