Perbandingan Kegiatan Panas Bumi Tahun 2001 Dan 2018

PERBANDINGAN KEGIATAN PANAS BUMI TAHUN 2001 DAN 2018 SERTA CAPAIAN KERJA PENYELIDIKAN PANAS BUMI
DI PUSAT SUMBER DAYA MINERAL BATUBARA DAN PANAS BUMI
 

 
Kegiatan panas bumi yang dilakukan Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) berawal setelah dikembalikannya pengusahaan panas bumi dari Pertamina ke Pemerintah melalui Direktorat Vulkanologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral. Beralihnya bidang panas bumi  dari Vulkanologi ke Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral (DIM) pada tahun 2001 kemudian berubah nama menjadi Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG)  – Badan Geologi pada tahun 2005 dan berubah nama lagi menjadi Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi tahun 2016 masih tetap membawa amanat untuk melanjutkan dan melengkapi data survei terdahulu yang telah dilakukan Pertamina untuk ditindaklanjuti menjadi wilayah kerja panas bumi dengan tahapan survei sesuai dengan SNI 13-5012-1998 tentang klasifikasi potensi energi panas bumi Indonesia.
Data lokasi panas bumi yang tercatat pada tahun 2001 sekitar 251 lokasi dengan sumber daya 27.189 MWe meliputi cadangan 12.945 MWe, terpasang 787 MWe. Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi kenaikan tingkat keyakinan data setelah dilakukannya survei rinci dengan tambahan metoda geofisika magnetotelurik dan survei pengeboran landaian suhu maupun pengeboran eksplorasi.
Data terakhir pada Desember 2018, terdapat 349 lokasi panas bumi dengan total sumber daya sekitar 25.386,5 Mwe yang telah di inventarisasi oleh PSDMBP dengan cadangan sebesar 15.127,5 MWe serta kapasitas terpasang sekitar 1948,5 MW.
DIM/ PSDG/ PSDMBP dibawah Badan Geologi  telah melakukan survei panas bumi di 200 lokasi di seluruh Indonesia selama 18 tahun perjalanannya. Terbagi dalam kegiatan survei pendahuluan  pada 37 lokasi, 25 lokasi sebagai hasil pendataan ulang  dan 12 lokasi termasuk dalam 98 lokasi panas bumi yang baru ditemukan.  Total survei rinci yang telah dilakukan berjumlah 98 lokasi berasal dari 31 lokasi baru dan 77 lokasi lama. Beberapa daerah yang terpilih berdasarkan pertimbangan geosain ditindaklanjuti menjadi survei MT sebanyak 51 lokasi kemudian 23 lokasi nya dilakukan pengeboran landaian suhu dan 3 lokasi untuk bor eksplorasi. Tahapan penyelidikan ini digunakan  untuk mengurangi resiko eksplorasi di sisi hulu.
Walaupun nilai total sumber daya berkurang namun keyakinan data bertambah karena status kelas pada neraca panas bumi naik dari spekulatif/ hipotetis ke cadangan mungkin dan terduga.  Penurunan juga diakibatkan oleh faktor perhitungan potensi yang mengikuti parameter dalam estimasi potensi energi panas bumi, SNI 6482 : 2018. Salah satunya nilai temperatur cut off, nilai recovery factor, faktor konversi dan efisiensi listrik serta dari hasil perhitungan para pengusaha IPB yang mengeluarkan nilai potensi terbarunya setelah dilakukan riset dan pengembangan potensi panas bumi baru didaerahnya.

#panasbumi #PSDMBP #badangeologipsdmbp #kegiatanpanasbumi #sumberdayapanasbumi #cadanganpanasbumi  #surveipanasbumi  #pengeboranpanasbumi #capaianpanasbumi