Kontribusi Psdmbp Dalam Pengungkapan Mineral Di Indonesia

Kontribusi PSDMBP dalam pengungkapan potensi Mineral di Indonesia

            Mineral diperlukan oleh hampir semua jenis industri seperti industri pertanian, makanan, telekomunikasi, transportasi, kimia, perumahan, serta penyediaan energi. Tren terbaru dalam pengembangan energi yang ramah lingkungan adalah menggunakan mineral sebagai bahan baku sumber energi (baterai listrik) dan konversi energi (solar cell, wind turbin, dll), yang memerlukan beberapa jenis mineral seperti litium, REE, kobalt, nikel, mangan, timah dan grafit.

Selain pentingnya mineral logam dalam menunjang kegiatan industri. Sejak tahun 2015, pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas nasional, sehingga ketersediaan mineral bukan logam dan batuan seperti batugamping, tanah liat dan pasir menjadi komoditas yang sangat penting. Keekonomisan mineral bukan logam dan batuan tergantung pada jarak komoditi dari infrastruktur terdekat. Oleh karena itu, dengan perkembangan pembangunan infrastruktur yang sudah mencapai daerah-daerah terpencil di Indonesia, membuat potensi mineral  bukan logam dan batuan yang sebelumnya tidak ekonomis menjadi bernilai.

PSDMBP melalui bidang Mineral merupakan satu-satunya institusi dari pemerintah pusat yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan mineral. Selain itu, dengan terus-menerus memperluas layanan, PSDMBP juga telah berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya mineral nasional.

Dalam periode tahun 2015-2018 sebanyak 48 lokasi kegiatan penyelidikan mineral logam dan 23 lokasi kegiatan mineral bukan logam. Sejak era Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, PSDMBP telah memberikan usulan WIUP Mineral sebanyak 144 lokasi, dengan 2 WIUP mineral logam telah dilelang dan dikeluarkan IUP nya, yaitu Blok di Daerah Matarappe, di Konawe Utara, Sulawesi Tengah dan Bahadoppi Utara, Morowali,  Sulawesi Tengah.

#mineral #eksplorasi #sumberdaya #indonesia #potensi