Sistem Panas Bumi Pada Lingkungan Vulkanik Di Indonesia


 
 
Indonesia merupakan salah satu negara yang dilalui oleh cincin api (ring of fire), menyebabkan aktifitas magmatisme berlangsung hingga saat ini. Aktifitas tersebut menyebabkan Indonesia kaya akan sumber daya mineral dan panas bumi.  Panas bumi yang terbentuk oleh adanya aktifitas vulkanik,  tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara hingga Maluku.
 
Cincin api yang terbentuk di Indonesia akibat adanya tumbukan lempeng samudera dan benua, yang menghasilkan busur magmatik yang merupakan jalur vulkanik di Indonesia. Gunungapi yang terbentuk merupakan potensi dalam pembentukan sistem panas bumi. Hantaran panas secara konduktif dari sisa panas gunungapi tersebut akan menjadikan sumber panas yang menghasilkan arus konveksi di reservoir panas bumi. Selain sistem panas bumi vulkanik kita juga mengenal sistem panas bumi non vulkanik.

Kali ini kita mencoba memahami lebih dekat tentang panas bumi di lingkungan vulkanik yang umumnya memiliki temperatur reservoir tinggi, berada di daerah pegunungan yang berasosiasi dengan gunung api muda (Kuarter). Lingkungan vulkanik kemudian dikelompokkan menjadi lingkungan gunungapi stratotunggal, komplek gunungapi, kaldera dan vulkano-tektonik.
 
Kegiatan survei Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi yang berlangsung sejak tahun 2001 telah banyak melakukan penyelidikan rinci di kawasan tersebut. Dari mulai Jaboi, G. Kembar, Sorik Marapi, G. Marapi, G. Talang, G. Kaba di Pulau Sumatera. G. Tangkuban Parahu, G. Ciremai, G.Papandayan, G.Slamet, G.Lawu, G.Arjuno, G.Wilis di Jawa G.Batur di Bali, G.Rinjani di Lombok, G.Pocodedeng, Komplek gunungapi Bajawa dan G.Sirung di Nusa Tenggara Timur serta G.Klabat dan G.Tangkoko di Sulawesi Utara.
 
Berdasarkan data neraca sumber daya dan cadangan panas bumi tahun 2018, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi telah mengidentifikasi 213 lokasi panas bumi yang berada pada lingkungan vulkanik dari total 349 lokasi yang ada. Besarnya sumber daya yang ada terdiri dari sumber daya spekulatif 3934 MWe, hipotetik 3245 MWe, cadangan mungkin 9144 MWe, terduga 2016 MWe, dan terbukti 3012,5 MW. Dari penetapan 65 WKP yang ada, 90 % nya berada di daerah vulkanik.
Saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi sebesar 1948,5 MWe (peringkat 2 dunia) seluruhnya berasal dari sistem panas bumi vulkanik.

#PSDMBP #panasbumivulkanik #sistempanasbumivulkanik #vulkanik #sumberdayapanasbumi
#Badangeologi #pusatsumberdayamineralbatubaradanpanasbumi