Ngintip Batubara Yuuk..!!

Ngintip batubara yuuuk…. !!
 

Bicara tentang batubara, pasti yang kebayang bongkahan batuan berwarna hitam atau tumpukan batuan hitam yang ditumpuk dalam tongkang di salah satu sungai besar di Kalimantan. Yah.. itu dia… secara kasat mata, batubara terlihat monoton dengan warna yang tidak jauh dari hitam atau hitam kecoklatan. Tetapi taukah sobat bahwa bila dilihat menggunakan mikroskop, batubara tidaklah terlihat monoton seperti yang kita lihat dengan mata telanjang. Kita dapat ngintip isi batubara secara mikroskopis dengan melakukan analisis Petrografi Batubara. Hasil analisis ini memungkinkan kita untuk mengetahui komposisi organik batubara, peringkat batubara, dan asal mula pembentukan batubara loh, termasuk informasi mengenai tanaman asal pembentuk batubara.
Batubara sebagian besar tersusun oleh material organik dan sebagian kecil material non organik. Komponen organik pada batubara disebut sebagai “maseral”, sedangkan komponen non organik biasa disebut sebagai “mineral matter”. Maseral dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok (group) yaitu Vitrinit, Inertinit dan Liptinit.  Pengelompokan ini didasarkan pada bentuk morfologi, ukuran, relief, struktur dalam, komposisi kimia warna pantul, intensitas refleksi dan tingkat pembatubaraannya (Stach dkk., 1982). Maseral vitrinit dan inertinit dapat dilihat pada mikroskop dengan menggunakan cahaya putih, sedangkan liptinit baru bisa diidentifikasi lebih detil dengan menggunakan sinar fluorescence. Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) mampu melakukan analisis petrografi batubara dengan didukung oleh mikroskop sinar pantul Carl Zeiss Axioplan. Yuk ah langsung saja kita lihat apa saja yang terlihat didalam batubara :


Gambar 1. Inertinit (berbentuk bulat seperti berlubang-lubang) dengan matriks vitrinit (berwarna abu).Foto diambil dengan perbesaran 50 x. Conto batubara berasal dari Bukit Kendi, Sumatera Selatan.



Gambar 2. Vitrinit (Vit) dengan liptinit (lip) pada conto batubara dari Sawahlunto, Sumatera Barat, (a) menggunakan cahaya putih dan (b) dengan mode fluorescence



 Gambar 3. Resinite (Res) yang merupakan sub maseral liptinit, mengisi rongga pada vitrinit, dilihat dengan menggunakan cahaya putih (a) dan fluorescence (b).

 Nah dari gambar-gambar di atas sekarang kita tahu kan ternyata isi batubara itu sooo colourful..hehehehe.