Mengenal Survei Magnetotelurik Dalam Eksplorasi Panas Bumi Psdmbp

Mengenal Survei Magnetotelurik dalam Eksplorasi Panas Bumi PSDMBP 
 
 
Metode magnetotelurik yang biasa disebut MT merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan untuk mengetahui sebaran tahanan jenis batuan di bawah permukaan dengan memanfaatkan medan elektromagnetik alam. Metode ini sering digunakan dalam eksplorasi panas bumi dengan kelebihan  memiliki penetrasi yang lebih dalam (>5 km) dan lebih sensitif terhadap lapisan konduktif bila dibandingkan dengan metode geolistrik maupun audio magnetotelurik (AMT). Sumber alami medan EM secara garis besar berasal dari tiga sumber yang bergantung terhadap frekuensi yaitu
• sinyal frekuensi tinggi (>1 Hz) berasal dari aktivitas petir,
• sinyal frekuensi sedang (<1 Hz) berasal dari resonansi lapisan ionosfer bumi, 
• sinyal frekuensi rendah (<<1 Hz) berasal dari bintik hitam matahari (sun-spots). 
Prinsip kerja metoda magnetotelurik didasarkan pada proses penjalaran gelombang dan induksi elektromagnetik yang terjadi pada anomali bawah permukaan. Data MT hasil pengukuran umumnya disajikan dalam bentuk peta tahanan jenis semu, peta tahanan jenis per kedalaman/per elevasi, dan penampang model tahanan jenis 2-D/3-D.
Dalam rangka penyelidikan, sekaligus untuk melengkapi data geosains sumber daya dan cadangan panas bumi, tim PSDMBP telah melakukan survei MT ini di 44 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. 26 lokasi telah ditetapkan menjadi Wilayah Kerja Panas Bumi yang sebagian telah dilelangkan. 8 lokasi telah ditetapkan pemilik Izin Panas Buminya, yaitu 4 lokasi di Kepahiang, Danau Ranau, Pantar dan Songa Wayaua ditugaskan kepada PT PLN, 4 lokasi lain seperti di G.Talang (PT. Hitay Daya Energi), G.Lawu (Pertamina Geothermal Energy), Candi Umbul Telomoyo dan Arjuno Welirang (PT.Geo Dipa Energi).

#panasbumi #PSDMBP #Magnetotelurik #MT #tahananjenis #geofisika