Bimbingan Teknik Karya Tulis Ilmiah Bersama Ikatan Pranata Humas Indonesia

BIMBINGAN TEKNIK KARYA TULIS ILMIAH BERSAMA IKATAN PRANATA HUMAS INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN BAGI PRANATA HUMAS
 
Bimbingan Teknik Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diselenggarakan oleh Pengurus  Cabang Ikatan Pranata Humas Indonesia (IPRAHUMAS)  dengan tujuan untuk meningkatkan kapabilitas Pranata Humas dan  sesuai dengan kebutuhan para Pranata Humas khususnya di Kementerian/Lembaga/Daerah.

Melalui Bimbingan Teknik ini akan menguraikan bagaimana cara meningkatkan, membuat karya tulis ilmiah, beberapa kriteia cara membuat KTI dan Materi yang akan dibahas narasumber Dosen STIA LAN antara lain :
 
1.    Etika Penulisan
  • Falsifikasi : Memilih data yang sesuai dengan selera peneliti saja. Kesimpulan hasil penelitian, sehingga menjadi bias;
  • Fabrikasi : Membuat data, seolah-olah ada. Membuat data fiktif
  • Plagiarisme : Bentuk plagiarisme; Mengakui hasil karya orang lain sebagai hasil karya sendiri (seluruh atau sebagian dari karya orang lain); Mengutip tulisan orang dan kemudian mengubahnya sehingga secara substansif berbeda dengan kutipan aslinya, akan tetapi tetap menyatakan sebagai karya orang yang dikutip tulisannya tersebut; Pengutipan tulisan/gagasan orang lain tanpa menyebutkan sumber yang dikutip secara memadai; Ikuti kaidah pengutipan.
  • Penyebutan Narasumber : Identitas nara sumber harus terjaga kerahasiaannya; Penyebutan dalam KTI, cukup menggunakan inisial atau jabatan.
  • Publikasi ganda : KTI tidak boleh diterbitkan dalam lebih dari satu jurnal yang berbeda (autoplagiat).
  • Kejujuran dan terbuka : Peneliti boleh salah, tetapi tidak boleh bohong;Terbuka atas kritik dan masukan orang lain.
2.    Metode Penulisan KTI

Berdasarkan Permen PAN dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pranata Humas dan Angka Kreditnya, kegiatannya terdiri dari:
  1. Kegiatan Unsur Utama : Pendidikan, Pelayanan Informasi dan Kehumasan dan Pengembangan Profesi.
  2. Kegiatan Unsur Penunjang : Pengajar/Pelatih di bidang pelayanan informasi dan kehumasan, Peran serta dalam Seminar/Lokakarya/Konferensi, dll.
Karya Tulis/Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survey dan evaluasi di bidang pelayanan dan informasi yang dipublikasikan dan/atau tidak dipublikasikan.
Karya Tulis/Karya Ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri di bidang pelayanan informasi dan kehumasan yang di publikasikan dan/atau tidak dipublikasikan.
Format KTI Non Buku dan Makalah dalam Pertemuan Ilmiah : Makalah lengkap, Komunikasi pendek, Kajian kebijakan dan Makalah kebijakan.

Unsur-unsur Makalah Lengkap adalah sebagai berikut :
  1. Judul
  2. Nama dan alamat penulis
  3. Abtrak dan kata kunci
  4. Pendahuluan
  5. Metode
  6. Hasil dan Pembahasan
  7. Kesimpulan
  8. Saran
  9. Penutup
  10. Ucapan Terimakasih
  11. Daftar Pustaka
Sistematika Makalah lengkap :
  • Judul
  • Nama Penulis
  • Abstract
  • Kata Kunci
  • A. Pendahuluan
  • B. Metode Penelitian
  • C. Kerangka Teori Atau Kerangka Konsep
  • D. Hasil Dan Pembahasan
  • E. Penutup
  • F. Ucapan Terimakasih (Optional)
  • G. Daftar Pustaka
 3.    Pengembangan Topik, Tema, Judul, Rumusan Masalah.

Rumusan masalah (problem statement) adalah fokus bahasan dalam KTI atau inti dari KTI. Sebagai inti KTI, rumusan masalah merupakan dasar pengembangan latar belakang, perumusan tujuan, perumusan manfaat, pemilihan literatur, penyajian analisis dan pembahasan, serta perumusan kesimpulan dan rekomendasi.
Dengan demikian, langkah utama penulisan KTI adalah menemukan “Rumusan masalah”.
Pemilihan Topik/Sub Topik :
  • Merupakan gagasan utama (main idea) yang akan dikaji/diteliti/dibahas
  • Bersifat sangat umum (general)
  • Biasanya berupa suatu bidang kajian/bahasan dalam disiplin keilmuan tertentu. Contoh topik: Kemiskinan (dalam disiplin ilmu ekonomi, ilmu social)

4.    Tinjauan Literatur dan Strategi Publikasi

Kedudukan literatur dalam KTI sumum, literatur diperlukan peneliti untuk memahami atau mengenali realitas yang sedang diamati secara teoritik. Dan dalam tinjauan literatur, peneliti/penulis harus mampu mendefinisikan konsep-konsep yang diteliti dan mengidentifikasi berbagai indikator yang diperlukan untuk mengukur konsep tersebut.

Dalam persi Kementerian Komunikasi dan Informatika Struktur Ilmiah versi Buku dan Makalah Ilmiah, antara lain :
  1. Judul
  2. Substansi pelayanan informasi dan kehumasan
  3. Pendahuluan
  4. Latar belakang
  5. Ruang lingkup studi dan pertanyaan penelitian
  6. Kerangka teori
  7. Kerangka teoritis
  8. Metodologi penelitian
  9. Pembahasan
  10. Hasil studi
  11. Pembahasan/Analisis
  12. Penutup/kesimpulan
  13. Kesimpulan dan rekomendasi/implikasi
  14. Daftar pustaka