Ip Asn Pegawai Psdmbp

Hallo Sobat PSDMBP !

Kali ini PSDMBP ingin berbagi  tentang Indeks Profesional Aparatur Sipil Negara (IP ASN) pegawai PSDMBP. Pelaksanaan IP ASN dilaksanakan sesuai PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengukuran IP ASN dan Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Tata Cara dan Pelaksanaan Pengukuran Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara.
Peraturan BKN ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Instansi Pusat dan Instansi Daerah dalam melaksanakan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN di lingkungan instansi masing-masing bertujuan agar terdapat standar bagi Instansi Pusat dan Instansi Daerah dalam melaksanakan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN secara sistematis, terukur, dan berkesinambungan. Pengukuran IP ASN meliputi 4 komponen  yaitu terdiri atas kualifikasi pendidikan dengan bobot 25%, kompetensi 40%, Kinerja 30% dan Disiplin 5%. Mekanisme pengukuran IP ASN dilakukan melalui penginputan masing masing instrument penilaian lewat updating pada Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan penginputan langsung ke dalam aplikasi online http://ip-jasn.bkn.go.id.
Dalam rangka meningkatkan IP ASN, PSDMP berupaya melakukan kerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDMA) menyelenggarakan pelatihan dengan metode Distance Learning (Pembelajaran Jarak Jauh) dengan judul Pelatihan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Badan Geologi yang terbagi menjadi 2 batch. Pengajar pelatihan berasal dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pelatihan batch ke-1 diselenggarakan pada tanggal 19-23 Oktober 2020 diikuti sebanyak 64 orang pegawai PSDMBP. Pelatihan batch ke-2 diselenggarakan pada tanggal 2-6 November 2020 diikuti sebanyak 66 orang pegawai PSDMBP. Pelatihan ZI tersebut dibuka oleh Kepala PPSDMA dan Kepala PSDMBP.

Materi Pelatihan ZI meliputi tahapan pembangunan ZI berupa pencanangan atau deklarasi semua pimpinan dan jajarannya serta semua pegawai tentang kesanggupan membangun ZI di instansinya masing-masing. Selanjutnya proses pembangunan ZI yang mencakup enam area perubahan yang terdiri atas manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, peningkatan kualitas layanan publik. Tahap berikutnya merupakan penilaian dari Tim Penilai Internal (TPI) dan Tim Penilai Nasional (TPN) yang memantau pelaksanaan pembangunan ZI di instansi yang dinilai apakah layak mendapatkan predikat WBK atau WBBM setelah mendapat penilaian dari pengguna layanan melalui kuisioner indeks persepsi korupsi serta indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan publik dari instansi tersebut.

Selain upaya pengembangan kompetensi pegawai melalui pelatihan, PSDMBP juga berupaya mensosialisasikan wawasan terkait hasil penyelidikan dan pelayanan di bidang sumber daya mineral, batubara dan panas bumi kepada pemangku kepentingan dengan menyelenggarakan beberapa seri Focus Group Discussion (FGD) dan Bimbingan Teknis Eksplorasi Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi melalui online menggunakan zoom meeting. Tahap 1 PSDMBP dan Ditjen Minerba sebagai narasumber.Tahap 2 Dinas ESDM Provinsi sebagai narasumber mempresentasikan tentang potensi, usulan Wilayah Usaha Pertambangan dan data potensi mineral, batubara dan panas bumi. Materi atau bahan paparan bimtek pada tahap 1 dapat diunduh pada link berikut :
s.id/paparanbimtek19-11-2020 dan https://s.id/paparanbimtek20-11-2020.