Inventarisasi Bitumen Padat Dengan Outcrop Drilling

Inventarisasi ini dimaksudkan untuk mengetahui keberadaan endapan bitumen padat dengan tujuan untuk mengetahui sebaran, ketebalan dan potensi sumber dayanya.

Inventarisasi Bitumen Padat dengan Outcrop Drilling

 

Salah satu kebijakan pemerintah di bidang energi adalah intensifikasi yaitu survei dan eksplorasi sumber-sumber energi dalam upaya untuk mengetahui secara lebih baik potensi sumber daya energi yang ada dan untuk mengurangi ketergantungan kepada minyak dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri serta meningkatkan penganekaragaman penggunaan berbagai jenis energi. Dalam hal ini bitumen padat adalah salah satu sumber energi yang dapat memegang peranan penting dimasa yang akan datang. Bitumen padat adalah batuan sedimen klasik halus biasanya berupa serpih atau karbonat yang mengandung material organik dalam kuantitas yang cukup signifikan, bila diproses dengan cara pemanasan pada temperatur tinggi akan menghasilkan minyak dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya mineral dan bila diekstrasi dapat menghasilkan hidrokarbon cair seperti minyakbumi yang berpotensi ekonomis.

Inventarisasi ini dimaksudkan untuk mengetahui keberadaan endapan bitumen padat dengan tujuan untuk mengetahui sebaran, ketebalan dan potensi sumber dayanya. Disamping melakukan inventarisasi bitumen padat juga dilakukan inventarisasi terhadap sumber energi lainnya yang terdapat di kawasan tersebut. Yang diharapkan data hasil penyelidikan inventarisasi ini dapat bermanfaat untuk pengembangan lebih lanjut. Dalam inventarisasi ini digunakan metoda pemboran dangkal (outcrop drilling) pada singkapan bitumen padat dan pemetaan geologi permukaan dengan cara mengkorelasi singkapan-singkapan baik batuan-batuan lain maupun bitumen padat. Dalam pekerjaan inventarisasi ini diharapkan dapat menyajikan pola distribusi lapisan bitumen padat dan bahan galian lainnya yang dilengkapi dengan informasi teknis antara lain kedudukan lapisan, tebal lapisan, kemiringan dan perkiraan bentuk lapisan.

Kegiatan inventarisasi ini dimulai dengan melakukan pemetaan geologi. Pemetaan dilakukan dengan cara mencari singkapan-singkapan khususnya singkapan bitumen padat mengikuti arah dan kemiringan singkapan-singkapan yang ada. Selanjutnya dilakukan pemboran inti metoda pemboran ini adalah metoda pemboran dangkal (outcrop drilling). Setelah itu diambil contoh bor untuk dianalisis dan didapat hasilnya.