Inventarisasi Gambut Dan Pengukuran Walet Pass

Tujuannya untuk menentukan lokasi-lokasi endapan gambut dan daerah prospeksi temuan dilapangan dengan memplotkannya pada peta geologi dan sebaran endapan gambut dengan skala 1 : 50.000.

Inventarisasi Gambut dan Pengukuran Walet Pass

 

Untuk menunjang kebijakan pemerintah dalam hal diverifikasi energi maka, gambut sebagai energi alternatif setelah batubara, dapat menunjang salah satu sumberdaya alam penunjang pembangunan. Indonesia termasuk negara no 4 di dunia yang mempunyai potensi endapan gambut setelah Kanada, Rusia dan Amerika Serikat. Endapan gambut ini tersebar di selurih Indonesia seluas kurang lebih 26 juta Ha (Anderson, 1964, Report of Peat, Shell Companies in Indonesia). Berkaitan dengan hal tersebut dalam rangka menjalankan salah satu tugas dan fungsi Pusat Sumber Daya Geologi yaitu melakukan inventarisasi potensi Gambut di Indonesia.

Maksud dilakukan inventarisasi ini adalah untuk mendapatkan data berupa sebaran dan ketebalan endapan gambut. Sedangkan tujuannya untuk menentukan lokasi-lokasi endapan gambut dan daerah prospeksi temuan dilapangan dengan memplotkannya pada peta geologi dan sebaran endapan gambut dengan skala 1 : 50.000. dari hasil penyelidikan ini diharapkan dapat diketahui mengenai kualitas, sumber daya dan bentuk geometri dari gambut tersebut, sehingga dapat dipakai sebagai acuan atau pedoman bagi penggunanya di kemudian hari.

Untuk melaksanakan inventarisasi ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu

1.       Pencarian lokasi yang didasarkan pada studi literatur dengan mempelajari berbagai informasi daerah inventarisasi dari peneliti terdahulu dan mempelajari dari peta geologi, serta berbagai informasi lainnya yang terkait dalam kegiatan tersebut.

2.       Pelaksanaan inventarisasi langsung dilapangan yang meliputi pemetaan geologi permukaan untuk menentukan batas-batas sebaran gambut dan penentuan kontak dengan litologi batuan lainnya.

Dilakukan pemboran selektif, hal ini dilakukan untuk mengetahui ketebalan, jenis/variasi dan lainnya. Selanjutnya dilakukan pengambilan contoh untuk keperluan analisa laboratorium. Contoh gambut yang diambil diusahakan dari bagian yang segar dan dianggap terbebas dari pengotoran dan representatif mewakili daerah inventarisasi.