Hamparan Batu Merah Diamankan

Hamparan Batu Merah Diamankan
Dr.
Yunus, "Kami Akan Bantu Pemkab Carikan Investor"

BATU merah yang ada di Sungai Cimedang, Desa Banyuasih, Kec. Pancatengah, Kab. Tasikmalaya. Batu merah itu, selain di sungai juga terdapat di ladang yang sekarang menjadi perhatian ahli geologi.* UNDANG SUDRAJAT/"PR"

 

TASIKMALAYA, (PR).-
Hamparan batu merah di Desa Cibuniasih, Kec. Pancatengah, Kab. Tasikmalaya, sudah diamankan dari kemungkinan munculnya kegiatan penambangan ilegal. Di sekitar lokasi dipasang dua papan larangan untuk pertambangan umum dan ada petugas khusus dari desa setempat yang menjaga kawasan itu dari kemungkinan penambangan ilegal.

 "Hasil pengecekan ke lapangan, kondisi batu merah di daerah Cibuniasih, masih aman. Artinya batu merah yang besar-besar dengan bentuk yang unik, baik yang ada di sungai maupun di kebun, sampai kemarin masih ada," kata Taryo Rudiman, Kepala Bidang Pertambangan, di Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Tasikmalaya, Kamis (16/10).

Menurut Taryo, tim dari Dinas Pertambangan dan Energi, telah terjun ke hamparan batu merah bersama tim geologi dari Bandung, selama dua hari hingga Kamis (16/10) untuk melihat keberadaan batu merah di Cibuniasih. "Hasilnya, kondisi batu merah di sana masih aman. Kita juga akan berusaha mengamankan kawasan itu, agar tidak dijadikan objek pertambangan. Ke depan diharapkan menjadi geopark atau geowisata. Harapan kami, tim geologi dari Bandung bisa mencarikan investor untuk menata kawasan itu," katanya.

Di Desa Cibuniasih saat ini memang sudah ada dua perusahaan pertambangan. Namun mereka menambang batu putih dan mangan. Lokasi kedua perusahaan itu pun jauh dari hamparan batu merah. "Kita sudah minta agar kedua perusahaan itu tidak menambang batu merah. Pihak kepolisian juga akan membantu melakukan pengawasan, terutama mencegah pengangkutan batu merah," ujarnya.

Cari investor

Kepala Museum Geologi Bandung Dr. Yunus Kusumahbrata seusai mengunjungi Cibuniasih, mengatakan, hamparan batu merah di Pasirgintung, Desa Buniasih, masih cukup bagus. Batu merah dalam berbagai ukuran masih ada, baik yang ada di sungai maupun di daratan.

Saat ini, kata Yunus, pihaknya sedang berusaha mencari investor yang mau mengembangkan kawasan itu menjadi geopark. "Kita akan coba membantu Pemkab Tasikmalaya menyelamatkan potensi itu. Mudah-mudahan ada investor yang siap," katanya.

Luas hamparan batu merah di Desa Cibuniasih sekitar 5 hektare, tercatat sebagai kawasan batu merah terluas di Indonesia. Kondisinya, masih alami dengan tingkat keunikan cukup tinggi.

Sedangkan Sekda Kab. Tasikmalaya Asep Djaelani mengatakan, pemkab akan secepatnya mengamankan lokasi batu merah atau jasper. Alasannya, karena batu merah tersebut memiliki nilai ilmu pengetahuan tinggi dan juga unik. "Kita memang terlambat memetakan potensi itu, makanya sekarang akan kita selamatkan," katanya.

Sebelumnya, sejumlah pakar geologi dari Bandung, menemui Wakil Bupati Tasikmalaya Hidayat, Rabu (15/10). Mereka minta agar Pemkab Tasikmalaya menyelamatkan hamparan batu merah di Cibuniasih dari kegiatan penambangan. (A-97)***

Penulis


 

Sumber :

  http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=37703

Jumat, 17/10/2008 9:16 AM