Asean Training And Workshop On Minerals Database Management

ASEAN Training and Workshop on Minerals Database Management
 

Kegiatan ASEAN Training and Workshop on Minerals Database Management,  dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Geologi, DR R. Sukhyar yang sekaligus mempresentasikan tentang kebijakan dan strategi pengelolaan potensi sumber daya geologi di Indonesia. Pembukaan dilaksanakan pada tanggal  12 Juli 2010, di Auditorium Badan Geologi, Jalan Diponegoro 57 Bandung. Pembukaan ini dihadiri oleh undangan dari Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi, Pusat Data dan Informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,  peserta workshop dari negara Cambodia, Lao PDR, Myanmar dan Vietnam dan pejabat serta pegawai di lingkungan Badan Geologi.
Pelaksanaan Training dan Workshop tersebut berlangsung mulai tanggal 12 sampai 23 Juli 2010 bertempat di Pusat Sumber Daya Geologi - Badan Geologi, Jalan Soekarno Hatta 444 Bandung dan diikuti oleh peserta yang berasal dari 4 negara anggota ASEAN yaitu Cambodia, Lao PDR, Myanmar, dan Vietnam.

Beberapa hal yang menjadi masalah dalam pengisian aplikasi antara lain :

  1. Koneksi internet yang lambat dan kecilnya bandwidth internet di negara Cambodia. Laos dan Myanmar menjadi salah satu hambatan dalam pengisian aplikasi.
  2. Pada beberapa laporan penyelidikan tidak menyebutkan koordinat blok area/koordinat titik komoditi sehingga tidak dapat membuat peta dalam aplikasi.
  3. Masih terdapat masalah di dalam pengisian lokasi koordinat blok informasi dan/atau informasi komoditi yang disebabkan oleh perbedaan datum.
  4. Kesulitan membuat abstrak/sari geologi karena tidak semua delegasi memiliki latar belakang ahli geologi sehingga perlu adanya pelatihan untuk membuat ringkasan yang meliputi morfologi, litologi, dan struktur geologi.
  5. Sumber data yang berasal dari laporan negara masing-masing belum sesuai dengan formulir database ASEAN yang telah ada, oleh karena itu sebagian field yang terdapat di formulir tidak dapat diisi.
  6. Keberadaan laporan hasil penyelidikan sumber daya mineral dan batubara di Cambodia tersebar pada  beberapa Kementerian/instansi  sehingga menyulitkan untuk memperoleh/mengumpulkan data penyelidikannya untuk ditambahkan ke dalam aplikasi.
  7. Adanya laporan yang menggunakan huruf dan bahasa asli masing-masing negara sehingga menimbulkan kesulitan dalam pengisian formulir dan aplikasi yang hanya mendukung penggunaan huruf latin.
  8. Adanya perubahan lokasi administratif di masing-masing negara sehingga menimbulkan kesulitan dalam pengisian field district, sub district, location.
 
Usulan perbaikan aplikasi dan penambahan data dalam aplikasi antara lain :

  1. Perlu dikembangkan fasilitas penterjemahan dan thesaurus dari beberapa bahasa/huruf ke dalam Bahasa Inggris/huruf latin.
  2. Perlu dikembangkan aplikasi transfer data dengan menyeragamkan format data untuk mempermudah pengisian data.
  3. Masing-masing negara yang koneksi internetnya lambat dapat mengirimkan datanya melalui email ke Indonesia, lalu pihak Indonesia mengimport data ke dalam aplikasi untuk selanjutnya diverifikasi masing-masing negara melalui internet.
  4. Setiap negara ASEAN membuat kesepakatan dan menandatangani kesepakatan tersebut mengenai orang yang bertanggung jawab dalam pengisian data ke dalam aplikasi (person in charge on ASEAN database).
  5. Adanya fasilitas converter nilai koordinat dari UTM / DMS ke bentuk derajat desimal yang mendukung pilihan proyeksi/datum yang bervariasi.
  6. Para delegasi mengusulkan distributed server agar aplikasi ditempatkan di negaranya masing-masing dan bisa diakses secara lokal.

Dengan terselenggaranya workshop ini diharapkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam mengisi formulir dan aplikasi dari laporan penyelidikan masing-masing negara dan adanya komitmen bersama dari masing-masing delegasi untuk melanjutkan pengisian data ke dalam aplikasi di negaranya yang kemajuannya akan dilaporkan pada pertemuan ASOMM ke-11 di Hanoi, Vietnam tahun 2011.

 Pengembangan aplikasi database dan sub database ASEAN yang mencakup sumber daya mineral (mineral resources), perdagangan ekspor impor (trade export import), legislasi pengembangan mineral dan lingkungan (mineral development & environment legislation), direktori perusahaan (company directory), direktori bisnis penelitian dan pengembangan (research & development business directory), data permintaan dan persediaan (supply & demand data) tetap akan dilanjutkan sampai selesai dan rencananya akan diselenggarakan workshop keseluruhan pada bulan Oktober 2010 di Manado, Indonesia.