DETAIL REKOD
Kembali ke sebelumnya  XML Detail


Judul Laporan Prospeksi Logam Mulia Dan Logam Dasar Di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara
Edisi
No. Panggil LS 2016 -2
ISBN/ISSN
Pengarang Bambang Pardiarto - Personal Name
Kisman - Personal Name
Chandra - Personal Name
Agata Vanessa - Personal Name
Handayani - Personal Name
Subyek/Subjek Logam Mulia
Klasifikasi 553.31.4 ANG
Judul Seri
GMD LOGAM
Bahasa Indonesia
Penerbit Pusat Sumber Daya Geologi
Tahun Terbit 2016
Tempat Terbit Bandung
Deskripsi Fisik 72 Hl, bergambar,berwarna, hardover kuning
Abstrak Daerah penyelidikan secara administratif temasuk dalam wilayah Kecamatan Ratatotok, Kecamatan Ratahan dan Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geologi regional posisi daerah Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan bagian dari mendala metalogenik yang termineralisasi baik, dengan mineralisasi emas yang berarti dalam variasi cebakan tipe porpin dan epitemal.
Metoda yang digunakan pada penyelidikan ini meliputi pemetaan geologi sekala 1: 50.000, yang diikuti dengan pemercontoan pecahan batuan geokimia sedimen sungai aktif pada sungai orde 2 dan 3 dengan kerapatan setiap conto 1 sampai dengan 2 k dan pendulangan mineral berat Sedangkan kegiatan analisis laboratorium meliputi analisis kimia unsur dengan metoda AAS dan fire assay, analisis petrografi, analisis mine dan analisis mineral butir serta analisis XRD.
Stratigrafi daerah penyelidikan dimulai bagian bawah berupa satuan batugamping dan satuan breksi gunungapi yang mempunyai hubungan saling menjemari Batuan sedimen karbonatan dan batuan gunungapi tersebut diterobos oleh intrusi andesit. Kemudian secara tidak selaras di atas breksi gunung api dan batuan sedimen ditutupi oleh satuan tufa dan satuan batuan konglomerat gunung api. Bagian paling atas adalah endapan danau dan aluvial.
Struktur geologi yang teramati umumnya berupa kelurusan sungai dengan tebing tebing terial diduga merupakan sesar mendatar. Selain itu ditemukan banyak air tenun yang diduga akibat adanya sesar nomal. Umumnya sesar berarah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Kekar-kekar juga banyak dijumpai dalam intrusi andesit.
Zona alterasi dan mineralisasi ditemukan di daerah Gunung Alason daerah Kampung Sayoan, bukit antara Kampung Moreah-Tonsawang, hulu Koala Moreah cabang kanan dan hulu Koala Wawesen Dua. Mineralisasi dapat dibedakan menjadi dua tipe mineralisasi yaitu tipe urat dan tipe tersebar Mineralisasi tipe urat dengan gangue mineral kuarsa-kalsit terdapat dalam batugamping tersilisifikasi hingga membentuk jasper yang dipotong urat-urat halus kuarsa. Sedangkan mineralisasi tipe tersebar terdapat dalam breksi gunungapi dan intrusi andesit yang mengalami alterasi berupa propilitisasi argilitisasi dan silisifikasi. Mineralisasi yang teramati adalah pint dan arsenopirit tersebar.
Secara umum cebakan yang terbentuk di daerah penyelidikan dikategorikan sebagai cebakan tipe sediment hosted. Conto float jasperoid menunjukkan kadar 2,87 ppm Au, 31 ppm Ba, 15 ppm Tl, 10 ppm Sb, 40 ppm As dan 13 ppb Hg.
Daerah propek mineralisasi emas berada di daerah Gunung Alason dan sekitamya dengan luas zona mineralisasi sekitar 94 Ha. Daerah prospek mineralisasi tersebut, disarankan untuk ditindaklanjuti dengan eksplorasi semi rinci dengan metoda geokimia tanah sistem kisi dan pengambilan conto batuan termineralisasi yang lebih sistematik.
Detil Spesifik
Gambar Sampul
Lampiran
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
  Kembali ke sebelumnya