DETAIL REKOD
Kembali ke sebelumnya  XML Detail


Judul Laporan Eksplorasi Umum Tahap II Emas di Gunung Senyang Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
Edisi
No. Panggil LF 2017 - 8
ISBN/ISSN
Pengarang Bambang Nugroho Widi - Personal Name
Teuku Ishlah - Personal Name
Dzil Mulki Heditama - Personal Name
Hartaja Muhammad Hatta - Personal Name
Juju Jaenudin - Personal Name
Hadi Sutaryo - Personal Name
Subyek/Subjek Emas
Klasifikasi 553.411 RAT l
Judul Seri
GMD LOGAM
Bahasa Indonesia
Penerbit Pusat Sumber Daya Mineral BatuBara dan Panas Bumi
Tahun Terbit 2017
Tempat Terbit Bandung
Deskripsi Fisik 56 Halaman, Lampiran gambar, lampiran tabel, gamba
Abstrak Wilayah Gunung Senyang secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan eksplorasi lanjutan dilakukan berdasarkan temuan penyelidikan terdahulu (2015) float urat kuarsa dengan kandungan 14,38 ppm Au dengan tujuan untuk menemukan mineralisasi emas dan mineral ikutan lainnya dan sumber dayanya.
Batuan metasedimen merupakan batuan tertua di wilayah ini, disusul oleh dominasi intrusi ke/ompok granodiorit dan granit kemudian endapan termuda adalah endapan a/uvium.
Metoda yang dilakukan adalah pemetaan geologi dan mineralisasi, pemercontoan batuan dan tanah, pembuatan parit uji dan analisis laboratorium.
Dari hasil penyelidikan lapangan maupun pemeriksaan laboratorium
diperoleh gambaran bahwa ada 2 daerah mineralisasi emas yang memiliki ciri mineralisasi yang berbeda, yaitu: Entinyuh dan Paju. Mineralisasi Entinyuh di bagian utara wilayah penyelidikan ditandai oleh urat kuarsa panjang 5 m, lebar 5 cm dan kedalaman (asumsi) 2 m menerobos batuan granodiorit dengan arah N
290° E/,85°, berwama putih, emas berwama kuning terang agak runcing kandungannya mencapai 50 ppm berasosiasi dengan galena dan kalkopirit. Sedangkan di wilayah selatan di Sungai Paju, minerali§asi ditandai oleh urat kuarsa menerobos batuan granodiorit dengan arah N 12a6 E/80° dengan asumsi panjang urat (tersingkap) 15 meter, lebar 10 cm; kedalaman (asumsi) 3 meter, kandungan emas mencapai 20 ppm, wama putih, dominan pirit dan arsenopirit, minor galena dan kalkopirit. Potensi secara kuantitatif (perhitungan kasar) di Entinyuh adalah 0,5 m3• sedangkan di Sungai Paju adalah 4,5 m3. Alterasi di daerah mineralisasi tidak berkembang baik, terjadi hanya di sekitar urat dalam bentuk argillik dan propilit. Dari canto tanah diketahui sebaran anomali geokimia Au berkembang baik di wilayah utara.
Dari hasil studi ini menunjukkan bahwa tipe mineralisasi emas di wilayah inl adalah tipe epitermal yang ditandai oleh penerobosan urat kuarsa pada batuan sampingnya intrusi granodiorit dan granit dan batuan metasedimen yang mengandung bijih sulfida (emas dan logam dasar) yang membentuk suatu zona
mineralisasiyang dikontrol strukiur berarah hampir utara-selatan.
Detil Spesifik
Gambar Sampul
Lampiran
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
  Kembali ke sebelumnya